Recent Updates Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Estu Fardani 16:48 on 17 September 2014 Permalink | Reply
    Tags: Bios, , IBM, MegaRAID, RAID, System, X3650   

    IBM MegaRAID BIOS Config Utility RAID-10 Configuration 

    Tuan Pembual:

    RAID di IBM System X3650

    Originally posted on xorl %eax, %eax:

    So, a lot of people have difficulties configuring RAID-10 using MegaRAID because if you have for example four hard disks and you add them to a Disk Group, the only available options are RAID-0 and RAID-1.
    Here is how to do this on an IBM System x3650 server with four 300GB SAS hard disks.

    During the system boot you will be given the following options.



    You will select the “Diagnostics” (in this case using F2 key) and when MegaRAID is loaded you can use “Ctrl+H” key combination to enter the WebBIOS configuration utility.



    From the above capture you can also see that there is no virtual disk configured and the controller detected four JBOD disks.
    When you enter the utility, you will have the ability to select the adapter you want to configure. In our case we only have one adapter so it is very straightforward.



    Next, we have the…

    View original 324 more words

     
  • Estu Fardani 06:58 on 16 September 2014 Permalink | Reply
    Tags: Digital, Display, , Informasi, Signage, TV, Xibo   

    Xibo Aplikasi FOSS untuk Digital Signage 

    Xibo_Logo

    A: Mz, Digital Signage itu apa?
    B: Itu lo dek, yang sering tampil di LCD Bandara, Bank, Rumah sakit. Kalau di bank, biasanya untuk tampilan kurs, tampilan informasi bank dan informasi lainnya. Kalau bandara, biasanya adalah berisi jadwal penerbangan ditambah iklan-iklan komersial.

    Digital signage merupakan sebuah istilah yang biasa di gunakan untuk rangakain iklan digital. Media yang digunakan berupa LCD, Plasma TV, Proyektor, dll yang biasanya ditempatkan di tempat – tempat umum dan terbuka.

    Xibo merupakan salah satu aplikasi digital signage. Keren ini Xibo, tersedia untuk versi Android, Ubuntu dan Windows. Yaps Xibo dilensikan GPL V.3 sehingga bebas untuk digunakan. Selain itu menyediakan dukungan resmi oleh pihak rekanan yaitu Spring Signage Ltd yang berbasis di Inggris. Saya kemaren nyoba untuk versi Android. Ada paket trial 14 hari full fitur. Jika tertarik untuk mendapatkan lisensi cukup ditebus dengan $25/device.

    Topologi yang ingin saya buat adalah:

    xibo_Topologi

    Lanjut Pasang. (More …)

     
  • Estu Fardani 12:26 on 3 September 2014 Permalink | Reply
    Tags: Access, Denied, , NAS, , Synology   

    Mount Synology NFS ‘access denied’ dan Solusinya 

    SynologyLogo_chs_no_slogan_for_web

    Kenalan dulu,

    NAS (Network Attached Storage) adalah sebuah komputer yang terhubung ke jaringan yang hanya menyediakan layanan data berbasis file penyimpanan untuk perangkat lain di jaringan. Meskipun secara teknis dimungkinkan untuk menjalankan perangkat lunak lain pada unit NAS, tidak dirancang untuk menjadi pelayan utama. Misalnya, unit NAS biasanya tidak memiliki keyboard atau layar, dan dikendalikan dan dikonfigurasi melalui jaringan, sering menggunakan browser.

    Sistem NAS mengandung satu atau lebih hard disk, sering disusun menjadi logis, wadah penyimpanan berangkai atau array RAID.

    NAS menggunakan protokol berbasis file seperti NFS (populer di sistem UNIX), SMB / CIFS (Server Message Block / Internet File System Umum (digunakan oleh sistem MS Windows), AFP (digunakan dengan komputer Apple Macintosh), atau NCP (digunakan dengan OES dan Novell NetWare). Unit NAS jarang membatasi klien untuk protokol tunggal.

    Salah satu pabrikan NAS asal Taiwan adalah Synology. Synology sudah dilengkapi dengan sistem operasi yang stabil under linux. Sistem operasi ini dikenal dengan DiskStation Manager (DSM) dan sudah merilis versi 5.0. Kebetulan saya masih menggunakan versi 4.2. Untuk akses ke Synologi cukup menggunakan browser dan menuju alamas NAS tersebut. DSM sendiri dibuat base on Java. Sehingga membutuhkan Java applet untuk menjalankannya lewat browser.

    Lanjut ngoprek,

    Saya ingin mount folder nas ke folder mnt di server container proxmox.

    IP Proxmox : 10.10.5.2
    IP Container : 10.10.5.20
    IP NAS : 10.10.6.14

    Synology

    Hal yang terjadi disaya ketika seting-seting NFS adalah :

    • Dapat error ‘access denied by server while mounting’ ketika jalankan perintah : mount -t nfs 10.10.6.14:/volume1/nas /mnt/NFS/10.0.0.14/,
    • Beberapa kali meriksa pengatuan Synology untuk mastikan “no root squash”,
    • NFS sudah di “enable”,
    • Benerin IP address, RW, No Mapping, Enable Async,
    • SSH ke Synology kemudian atur berkas /etc/exports,

    Fun Synology stuff:

    • /usr/syno/etc/rc.d/S83nfsd.sh restart/stop/start
    • cat /etc/exports

    Ternyata salah dipengaturan subnet, harusnya ip itu ipnya NAS, bukan IP tujuan mount. :|

    0. Login ke nas, kemudian seting subnet ip address.

    nas# nano /etc/exports

    edit ip jadi 10.10.6.0/24

    1. Reload setingan

    nas# exportfs -rav

    2.Login ke proxmox, lakukan mount

    proxmox# mount -t nfs 10.10.6.14:/volume1/nas /mnt/NFS/10.10.6.14/
    proxmox# touch /mnt/NFS/10.10.6.14/README #buat testing berjalan atau tidak
    proxmox# mount -o bind /mnt/NFS/10.10.6.14 /var/lib/vz/root/101/mnt/NFS/10.10.6.14/

    3. Masuk ke kontainer ID 101

    proxmox# vzctl enter 101
    container# ls /mnt/NFS/10.10.6.14/

    Jika sudah benar akan ada file README di direktori tersebut.

    UPDATE :
    lokasi mount -o bind keliru, harusnya mengarah ke /vz/root/ bukan /vz/private/

    Sumber bacaan :

    [0] http://blog.practicaltech.ca/2011/11/synology-nfs-access-denied-and.html

    Regard
    tuanpembual

     
  • Estu Fardani 08:54 on 30 August 2014 Permalink | Reply
    Tags: , Fans, Hadiah, , Sayembara, Sepatu   

    Unboxing Sepatu Fans Edisi BlankOn 

    Waini, Bogor dimalam yang sendu, tiba-tiba Rumah Btech dikagetkan dengan klakson mobil ekspedisi paket. Jreng-jreng ternyata ada agen JNE yang nyamperin dengan menggotong karton gede. Wah enak ini pikir saya, satset paraf tanda terima. Agen balik, kita siap bongkar-bongkar paket.

    2014-08-29 20.06.47

    Sang penerima paket.

    Dari kardus luarnya sudah ada indikasi, ini paket yang ditunggu pendekar. Kemudian kardus dibuka. Yak ada 5 pasang Sepatu Fans untuk para pendekar mac.di.blankon.in. Pendekar itu saya, pak Mahyudin, Pak Haris, Pak Kukuh, Pak MDAMT. Untuk Pak Dhio salah satu pendekar mac lagi langsung dipaketkan ke Bandung. (More …)

     
  • Estu Fardani 12:40 on 27 August 2014 Permalink | Reply
    Tags: Backpack, Daypack, Tips, Traveller   

    Tips Traveller ala TuanPembual 

    Puncak Bogor

    Puncak Bogor

    Saya itungannya suka jalan-jalan. Entah itu mudik Jogja-PKU, urusan kerjaan, komunitas atau hanya sekedar liburan. Saya biasa menetap dan baru pulang seminggu sekali. Malah hingga sebulan baru balik kandang. Dan kalo sudah di kandang seminggu kemudian baru kabur lagi. Kegiatan ini sering dan udah keitung rutinitas. Meski dalam masa liburan kadang tetap mewajibkan saya bisa nyambi kerja, atau minimal megang leptop. Syukur-syukur nemu koneksi internet.

    Karena beberapa rutinitas ini saya punya tips-tips dan ritual ketika persiapan jalan-jalan maupun saat piknik itu. Ya mungkin ini sudah banyak yang nulis, namun kadar masing-masing traveller beda-beda. Kalo ini versi saya saja. Berikut tipsnya :

    0. Bikin catatan.

    Barang apa saja yang akan dibawa. Usahakan catatan ini dibuat jauh-jauh hari biar tidak ada yang tersilap.

    1. Ukuran Tas.

    Saya biasa sangu Daypack Eiger Ordinate-3 30L. Ya menurut saya ini ukurannya ideal. Tas sudah merupakan perlengkapan wajib. Pertimbangan berikut kudu dipikirkan kalo mau beli tas travelling.

    (More …)

     
    • vanmovic 13:27 on 27 August 2014 Permalink | Reply

      josss. jadi inspirasi buat berkelana ke sana ke mari mz~
      heuheu~

    • amey 10:32 on 28 August 2014 Permalink | Reply

      itu kog bawa bakpao juga,
      tapi sayangnya bakpaonya g bisa di makan. :p

  • Estu Fardani 14:49 on 22 August 2014 Permalink | Reply
    Tags: , HTML5, , , Runner   

    Memaketkan Aplikasi HTML5 Berbasis Maleo 

    Studi kasus memaketkan permainan Flappy Bird.

    Kode Sumber:
    [0] Floppy Bird
    [1] Super Mario
    [2] Maleo

    Persiapan Alat:
    Berasumsi bahwa pembaca sudah memahami cara pemaketan sebagaimana tertulis di buku panduan pemaketan.

    1. Buat direktori khusus aplikasi yang mau dipaketkan dan kemudian unduh kode sumber, dan hapus folder .git,

    $ git clone https://github.com/nebez/floppybird flappybird
    $ cd flappybird/
    $ rm ­rf .git
    $ rm .gitattributes
    $ rm .gitignore
    

    2. Lakukan konfigurasi minimal,
    – Buatlah file config.xml

    $ cd flappybird
    $ nano config.xml

    (More …)

     
  • Estu Fardani 13:44 on 22 August 2014 Permalink | Reply
    Tags: , , , ,   

    Kelas Pemaket III, Pemaketan Aplikasi Berbasis Maleo 

    Lanjutan kelas pemaket di Pustekom Ciputat. Kali ini materi pemaketan adalah memaketkan aplikasi berbasis HTML + Maleo agar bisa dipasang di BlankOn Linux. Awalnya adalah memaketkan aplikasi sederhana. Yaitu pemutar video HTML5. Aplikasi ini masih statis hanya memutar satu file video yang telah ada.

    Kemudian pemaketan dilanjutkan dengan aplikasi permainan. Yaitu Super Mario dan Floppy Bird (Flappy Bird versi Browser HTML5).

    Kelas pemaketan III selesai dalam dua hari (Senin, Selasa, 18 dan 19 Agustus silam). Dihari terakhir kelas ditutup dengan kewajiban peserta untuk menulis panduan pemaketan ini sesuai versi masing-masing. Sip!

    Untuk panduan pemaketan Maleo saya posting terpisah saja. Kalau panduan pemaketan sebelumnya bisa merujuk ke postingan berikut. Lihat tautan pada postingan tersebut.

    Cukup kayane.

    2014-08-19 11.26.40

    Game Floppy Bird hasil kelas pemaket dari peserta pelatihan.

    IMG-20140819-WA0002

    Regard
    Tuan Pembual

     
  • Estu Fardani 10:48 on 19 August 2014 Permalink | Reply
    Tags: , Hooks, , Post-Receive, Push   

    Git Hook untuk Push Mirror Setelah Post-Receive 

    logo git

    Judule wagu,
    Ha ceto… Pokmen ngono kae lah..

    Saya ingin membuat pengaturan seperti gambar berikut:

    ServerRepo

    Kasusnya adalah, jika setiap ada commit dan push dari Developer ke Server Repo. Maka otomatis repo yang sama pada Server Testing akan diupdate tanpa campur tangan manusia lagi.

    Langkah yang dikerjakan begini:

    Server Repo Side

    1. Seting agar bisa melakukan ssh ke server testing tanpa login. (via kunci public).

    2. Pindah ke direktori git

    #cd sanbox.git

    3. Buat file hook post-receive dengan target mirror branch develop

    # vim hooks/post-receive

    isi dengan berikut:

    #!/bin/sh
    #
    # An example hook script to prepare a packed repository for use over
    # dumb transports.
    #
    # To enable this hook, rename this file to "post-receive".
    ssh user@servertesting 'cd '"/home/user/sandbox"' && git fetch origin && git pull origin develop'
    

    4. Set Permission

    # chmod +x hooks/post-receive

    Server Testing Side

    1. Login sebagai user. Set kunci public dari server repo, agar server repo bisa ssh tanpa password (kunci public),

    2. Set kunci publik ke server repo, agar server testing bisa clone repo(git) via ssh,

    3. Clone repo,

    # git clone git@serverrepo:repos/sandbox.git

    4. Pindah ke branch “develop”

    # cd sandbox
    # git checkout develop
    # git status

    Client Side (Developer)

    1. Clone repo via ssh (setelah seting kunci public),

    # git clone git@serverrepo:repos/sandbox.git

    2. Lakukan perubahan di repo pada brach develop,

    # git checkout develop
    # git status
    # touch README

    3. Lakukan commit dan push ke server.

    # git add README
    # git commit -m "testing mirror"
    # git push origin develop

    4. Perhatikan log yang didapat

    Kelar,

    Lakukan Pengecekan pada Server Testing!!

    # git status | pastikan pada branch develop
    # ls | akan ada file README (yang baru saja ditambahkan oleh client)
    # git log

    Jika ada pertanyaan silahkan dengan senang hati tinggalkan komentar.
    Sekian

    Regard
    Tuan Pembual

     
  • Estu Fardani 09:23 on 19 August 2014 Permalink | Reply
    Tags: Mail, Posfix, , ,   

    Pengaturan Mail Server untuk Redmine 

    redmine_logo

    Kemaren udah kelar pasang Redmine.
    Lanjut seting-seting diantaranya mail server.

    Mail ini berfungsi untuk mengirimkan pemberitahuan tentang progres tiap proyek yang ada di Redmine. Langkah setingannya sebagai berikut:

    1. Install Mail Server. Saya menggunakan posfix saja, biar gampang.

    # apt-get install posfix

    Pilih ‘Internet Site’ dan atur hostname.

    2. Seting di Redmine

    # nano /opt/redmine/current/config/configuration.yml

    Uncomment(#) pada bagian “Sendmail Command” hingga seperti berikut :

    production:
    email_delivery:
    delivery_method: :sendmail

    Kemudian beri comment(#) pada bagian “production” bagian bawah. Pastikan hanya ada satu baris production yang dalam posisi uncomment(#).

    3. Restart Apache

    # service apache2 restart

    4. Lakukan percobaan kirim surel dari Redmine. Seperti pada gambar, kemudian klik pada bagian bawah kanan ada tombol “Sent test mail” untuk mencoba kirim surel.

    mail-redmine

    5. Cek surel anda (alamat sesuai email user), pastikan juga periksa kotak spam karena email posfix ini tanpa sertifikat. Jadi maklum saja. :D

    Demikian
    Terimakasih

    Regard
    Tuan Pembual

     
  • Estu Fardani 10:17 on 14 August 2014 Permalink | Reply
    Tags: , , , Integrasi, Manager, Project, , , , Trac,   

    Memasang Redmine+Integrasi Git di Debian Wheezy 

    redmine_logo

    Mulai dari mana ya.. Kenalan.

    Redmine adalah aplikasi manajemen proyek yang dibuat menggunakan framework Ruby on Rails. Redmine mendukung multiple project. Jadi kita bisa menginstal Redmine untuk mengelola semua proyek yang sedang berjalan. Untuk pengelolaan proyek, Redmine memiliki Gantt chart dan Calendar. Untuk mengelola dokumentasi proyek, sudah ada wiki yang bisa dipakai. Tugas dibagikan pada team member dengan menggunakan konsep issue. Bahkan bisa melihat kode program yang sudah dibuat menggunakan version control browser. Kali ini saya ingin mengintegrasikan dengan Git. Selain Redmine bisa menggunakan Trac (yang dipakai sebagai wiki di dev.blankonlinux.or.id). Lanjut pasang-pasang.

    Spesifikasi :

    • OS : Debian 7.4 (Wheezy) | kasus saya debian minimalis via proxmox
    • RAM : 1GB

    Depedensi :

    • Redmine 2.5.x
    • Ruby 2.0
    • Rails 3.2.x
    • Git 1.7.10
    • Mysql-server 5.5
    • Apache2

    Langsung sikat:

    (More …)

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,051 other followers