Migrasi Open Source Software, Pentingkah ?? #curhat

“cuplikan dari log kembaran
http://tuanpembual.blogspot.com

Kebutuhan software diberbagai kalangan mulai dari kebutuhan personal sampai kebutuhan corporate skala enterprise sangat beragam dan memerlukan biaya yang tidak kecil bila menggunakan proprietary software. Dengan mahalnya harga proprietary software mendorong Indonesia menjadi pembajak software yang cukup diperhitungkan di dunia.

Berdasarkan survey dari BSA (Business Software Alliance) dan Incorporated Data Services (IDC) terhadap 108 negara di dunia sepanjang tahun 2007. Indonesia adalah salah satunya. Dari segi peringkat, Indonesia juga mengalami penurunan yang cukup signifikan, dari posisi 8 pada 2006 ke posisi 12 pada 2007. Persentase pembajakan tersebut, setara dengan kerugian sebesar 411 juta Dollar AS di sektor piranti lunak

Disamping itu pembajakan perangkat lunak juga merugikan para perusahaan sector teknologi informasi local yang sekarang berjumlah kurang lebih 300 perusahaan dengan 10% perusahaan perangkat lunak. Minimnya pengembang local ini juga pengaruh dari adanya pembajakan.

Dari fakta-fakta diatas maka TIMNAS PPHKI (Tim Nasional Penanggulangan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual) akan menggelar kampanye nasional Hak Kekayaan Intelektual (HKI) anti penggunaan piranti lunak illegal, mulai 1 Februari hingga 30 Juni 2009.

Ditambah dengan adanya kewajiban bagi setiap instansi pemerintah untuk menggunakan software legal, sofware ini bisa bersifat berbayar maupun open source. Demi menghemat biaya operasional maka alternatifnya ialah opensource.

Tidak lupa dikalangan mahasiswa sendiri, yang notabenenya merupakan kalangan intelektual untuk bisa berdiri pada posisi yang benar, bila tetap menggunakan software berbayar, akan memerlukan biaya operasional yang tinggi, bila menggunakan jalan pintas software bajakan, razia selalu mengintai anda. Bila berniat migrasi opensourcen linux merupakan alternatif. Ada banyak pilihan sistem operasi yang berbasis linux seperti Ubuntu, OpenSUSE, Solaris, Mandriva, Fedora, Slackware. Nama ini merupakan nama distro atau tim pengembang masing-masing sistem operasi.

Mengenai dukungan menggunakan sistem operasi opensource, di Yogyakarta sendiri telah ada komunitas pengguna linux indonesia(KPLI-Jogja). Komunitas ini merupakan lembaga di bawah naungan Dekominfo. Membawahi kelompok study linux(KSL) di beberapa universitas di Yogyakarta. Tidak ketinggalan UIN Sunan Kalijaga.
Migrasi ke open source menjadi penting karena beberapa alasan berikut:

1. Legal, menggunakan open source software berarti kita menggunakan software dengan lisensi GPL (General Public License) yang memiliki 4 fondasi utama yaitu:
the freedom to use the software for any purpose(Kebebasan untuk menggunakan software untuk berbagai kepentingan),
the freedom to change the software to suit your needs(Kebebasan untuk merubah software sesuai dengan kebutuhan kita),
the freedom to share the software with your friends and neighbors, etc(Kebebasan untuk berbagi software dengan teman, tetangga dan semua orang),
the freedom to share the changes you make(Dan Kebebasan untuk membagikan apa yang telah kita rubah).

2. Murah, menggunakan software open source kita tidak perlu membeli software, cukup dengan download gratis atau ngopi dari teman atau hanya sekedar mengganti ongkos kirim CD saja. Bahkan departemen pertahanan Amerika Serikat untuk menghemat anggaran TI (Teknologi Informasi) pada tahun 2009, mereka menggunakan open source software.

3. Aman, software open source telah terbukti aman digunakan daripada software berbayar (proprietary) karena kekomplekan proprietary software menciptakan celah yang mudah dimasuki hacker atau virus. Alasan ini juga dugunakan oleh gedung putih dan departemen pertahanan Amerika untuk memilih software open source. Disamping itu source code dari software open source juga bisa kita pelajari atau dirubah sesuai keinginan kita. Bahkan pada beberapa server Microsoftpun menggunakan Linux untuk servernya.

Selain alasan diatas masih banyak alasan lain untuk segera migrasi ke open source. Tetapi untuk migrasi pada system tidak harus plok pindah, harus disertai tahapan-tahapan untuk adaptasi. Dengan migrasi ke open source kita membantu Indonesia untuk segera hilang dari daftar hitam Negara-negara pembajak di dunia.

Ulasan singkat mengenai Migrasi ke OpenSource (Linux)

Untuk melihat untung ruginya melakukan migrasi, kita harus melihat dulu apa saja yang kita butuhkan dari sebuah komputer. Microsoft Windows merupakan sistem operasi yang mampu memenuhi semua kebutuhan anda, baik itu pekerjaan perkantoran, multimedia, maupun hiburan. Namun pantas kah biaya yang harus anda keluarkan untuk tetap menggunakan sistem operasi ini? Perlu dicatat, harga Microsoft Windows 7 Home Basic saat ini sekitar 90-100 USD atau 800-900 ribu per-unitnya dan hanya dapat digunakan untuk 1 unit komputer. Selain itu anda juga harus pengeluarkan biaya untuk setiap aplikasi yang anda gunakan. Ini harga bebrapa software yang biasa kita gunakan, Adobe Photoshop CS4 6.2 juta; CorelDraw X4 3.2 juta; Office 2007 Professional 2.7 juta(sumber internet). Belum lagi ancaman virus komputer, anda membutuhkan 240ribu Kaspersky Anti Virus 2010. Dan tidak lupa, rata lisensi diatas dan yang lainya hanya berlaku satu tahun, setelah itu anda diharuskan membeli lisensi kembali.

Apabila anda bersikeras migrasi, jangan pernah berpikiran untuk tetap menggunakan software anda di sistem operasi yang baru, karena hal ini hampir tidak mungkin. Berpikirlah untuk menggunakan software alternatif pula. Saya ambil contoh Microsoft Office, aplikasi perkantoran yang biasa anda gunakan walaupun tetap bisa anda digunakan di Linux (sistem operasi alternatif dengan menggunakan Wine, windows emulator) alangkah baiknya anda mencari alternatifnya dengan menggunakan OpenOffice sebagai aplikasi perkantoran anda, toh hampir semua yang anda butuhkan di Microsoft Office ada di OpenOffice. Photoshop, aplikasi grafis inipun bisa anda carikan alternatifnya yaitu Gimp.

Kenapa saya lebih menekankan untuk menggunakan aplikasi alternatif pula? karena pada dasarnya aplikasi tersebut memang di desain untuk digunakan pada Microsoft Windows, sehingga apabila digunakan pada sistem operasi lainnya akan membebani kinerja komputer anda karena setiap prosesnya harus di emulasikan terlebih dahulu oleh emulator yang anda gunakan. Microsoft Windows dan aplikasi alternatif sebagai pendampingnya

Menurut saya pribadi, alasan ini kurang pas, apabila anda tetap menggunakan OpenOffice, Gimp, dan aplikasi opensource lainnya, apa gunanya anda ngotot mengeluarkan biaya 70-80 USD per-unitnya untuk hal yang sebenarnya bisa anda dapatkan pada sistem operasi OpenSource (Linux) yang gratis itu?
Perbandingan singkat antar Microsoft Windows & Linux (OpenSource)
Microsoft Windows

  • Sistem operasi lebih familiar dan troubleshooting yang jauh lebih mudah
  • Kompatibilitas terhadap Hardware
  • Kebiasaan pengguna yg lebih familiar dengan Windows
  • Game yang cukup banyak

Linux (OpenSource)

  • Buat user, walaupun perlu sedikit pembelajaran/merubah kebiasaan, sistem operasi ini cukup familiar dan mudah digunakan
  • Kurangnya kompatibilitas terhadap Hardware, hal ini bukan dikarenakan Linux tidak siap untuk masalah hardware, melainkan tidak banyaknya vendor hardware yang menyediakan dukungannya terhadap sistem operasi ini. kendala ini dapat dipecahkan dengan bertanya kepada yang telah berpengalaman, contohnya komunitas KSL(bila di UIN) atau bertanya pada forum-forum di dunia maya.
  • Aman terhadap serangan virus komputer, kerana virus yang ada hanya bisa berjalan pada sistem windows dan tidak akan berfungsi pada linux
  • Hampir semua aplikasi yg digunakan di Microsoft Windows ada aplikasi alternatifnya di sistem operasi ini
  • Game cukup banyak, hanya saja kecil kemungkinan anda menemukan game yang biasa anda gunakan di Microsoft Windows dapat digunakan di sistem operasi ini. Jadi anda harus memainkan game yang sama sekali berbeda, yang menurut saya sendiri jauh lebih bagus.

Demikian catatan kecil ini, saya tidak bermaksud untuk mendorong anda tetap menggunakan Microsoft Windows ataupun menggunakan OpenSource namun sekedar pemberian fakta antar keduanya, juga menjadi insan yang menggunakan sesuatu hanya yang halal, karena produk bajakan adalah termasuk haram hukumnya.( Sumber : Hengki Suhartoyo,int dengan perubahan seperlunya.
(forward dari : tuanpembual.blogspot.com)

Tuan Pembual