Kabar Sosialisasi HKI, 11 April 2012

Sedikit telat press release yang saya terbitkan, harusnya sudah dari kemaren.
Acara kali ini adalah

“Workshop Sosialisasi HKI Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif”

Mengambil lokasi Aula Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi D.I.Y, Jalan Kusumanegara 9 Yogyakarta.
Dengan mengadirkan beberapa narasumber. Menurut saya sangat menarik dari model pembawaan serta materi yang disampaikan.

seminar HKI

Materi pertama dibawakan oleh Drs. Subandtoro, M.M. Beliau adalah Direktur Pengemabngan Industri Perfilman Kementrian Pariwisata dan ekonomi Kreatif RI.
Dengan judul: Kebijakan Kemetrian Ekonomi Kreatif dalam Perlindungan HKI bagi Produk Ekonomi Kreatif.

Materi kedua disampaikan Pusat HKI FH UII yogyakarta oleh Budi Agus Rismawandi, S.H. Dengan bahasa hukum, khas kesan yang saya tangkap.
Membawakan : Perlindungan HKI terhadap Produk Ekonomi Kreatif.

Kemudian testimoni beberapa pelaku industri kreatif. Pertama dari Apikri. dan dari Jogja Animasi.

Ada hal yang baru saya ketahui mengenai Industri Ekonomi Kreatif. Ada 14+1 katagoori yang termasuk didalamnya.😀
#baru tau. Diantaranya adalah :

(1) Periklanan (advertising)
(2) Arsitektur
(3) Pasar Barang Seni
(4) Kerajinan (craft)
(5) Desain: desain grafis, desain interior, desain produk, desain industri, konsultasi identitas perusahaan dan jasa riset pemasaran serta produksi kemasan dan jasa pengepakan.
(6) Fesyen (fashion):
(7) Video, Film dan Fotografi
(8) Permainan Interaktif (game)
(9) Musik: rekaman suara.
(10) Seni Pertunjukan (showbiz)
(11) Penerbitan dan Percetakan
(12) Layanan Komputer dan Piranti Lunak (software)
(13) Televisi & Radio (broadcasting)
(14) Riset dan Pengembangan (R&D)
(15) Plus Kuliner, hasil usulan dari Wiliam Wongso.
Saya setuju dengan point ke 15, bener-bener  industri kreatif.

Pokok-pokok penting yang saya tangkap :
1. Hak Cipta itu, adalah ide yang sudah di buatkan dalam bentuk produk. dan otomatis tercipta ketika selesai di buat
2. Undang-Undang HKI Indonesia tidak jelas kelaminnya. terkait apakah hak cipta itu perlu didaftarkan atau tidak #loh
3. Waktu proses pengeluaran sertifikat HKI itu sungguh tidak manusiawi bagi saya. Uintuk Hak Cipta membutuhkan waktu 9 bulan, ini paling cepat, lebih lama lagi ketika mengurus paten, merek dagang, rahasia industri dan lain-lain. #gelengkepala deh.
4. Dari APIKRI sendiri, berhubung undang-undang perlindungan HKI belum begitu kuat, meraka telah membuat aturan sendiri untuk melindungi Hak Cipta anggotanya dari proses teri meniru.
5. Lain lagi komentar dari Jogja Animasi, “Kalo ditiru ya tinggal dibuat lagi yang beda, orang kreatif kan harus lebih kreatif”. Ide bagus.
6. Dan satu lagi, OPENSOURCE tetep jadi Solusi untuk pengadaan studio animasi. Dari pada di grebek.😀

Trimakasih untuk Mas Dedi Haryadi atas undangannya.
Saya sendiri hadir atas nama Clear OS indonesia (COSI) Jogja, ada jua perwakilan dari KPLI Jogja dan Jogja Goes Open Source.

Regard
Tuan Pembual