ILC 2013 Aceh dan KPLI Meeting

ini tulisan tentang suasana ILC Aceh kemaren yang saya comot dari Foto saudara Muda Bentara.
[0] Tautan tulisan aseli.
ILC Aceh 2013

Suasana KPLI Meeting tadi malam. Di foto ini terlihat para anggota pegiat linux dan open source Indonesia sedang mendengarkan paparan dari Blek (Farhan Perdana), perwakilan KPLI NTB (Komunitas Pengguna Linux Indonesia NTB) di ILC 2013 (Indonesia Linux Conference) yang tahun ini KPLI Aceh sebagai tuan rumah.

Blek adalah peserta ILC 2013 yang paling militan, ia menghabiskan perjalanan selama 4 hari dari Jakarta ke Banda Aceh dengan menggunakan sepeda motor Supra Fit 110 cc. Dalam perjalanannya itu, Blek tidak menggenakan tas dan semua barang-barangnya ia masukkan ke dua kantong kresek berwana biru dan ia sangkutkan di kedua sisi kendaraannya.

Di motor Supra Fit-nya itu, blek juga membawa sebilah bambu, bambu itu ia gunakan sebagai tiang pengibar bendera komunitas KPLI NTB-nya selama perjalanan dari Jakarta ke Aceh.

Kata Blek, selama menempuh perjalanan ribuan kilometer itu, ia sempat tidur di kepun kelapa sawit ketika melewati jalan trans Sumatera. Kateka ia tidur, kata Blek ia hanya bermodal selembar kain sarung yang ia bawa.

Di foto ini, terlihat Blek sedang menunjukkan peta kampungnya di Dompu NTB dan menunjukkan jalur perjalannya dari sana menuju acara ILC di Aceh.

Di akhir KPLI Meeting ini, pihak KPLI Aceh beserta KPLI Bekasi, KPLI Sinjai Sulawesi Selatan, KPLI NTB dan beberapa KPLI lainnya menyepakati beberapa rumusan kesimpulan dari acara puncak ILC Aceh 2013 yang dilaksanakan kemarin (14/09).

Di penghujung acara KPLI Meeting ini, para perwakilan KPLI se-Indonesia juga melaksanakan pengukuhan kepada perwakilan KPLI Sinjai Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah ILC 2014, dan juga penunjukan KPLI Tegal Jawa Tengah sebagai tuan rumah ILC 2015.

Tapi ada hal yang patut disayangkan, dalam pelaksanaan ILC Aceh 2013 kali ini pihak pemerintah daerah tak berminat untuk berkontribusi dan tak mau berkontribusi, padahal dalam rumusan pertumbuhan ekonomi, setiap pertumbuhan perkembangan dunia TI selalu berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah daerah kita masih menggilai ranah-ranah politis, sehingga lupa untuk berpikir jika semua negara maju dan pengusaha besar di dunia adalah negara-negara dan orang-orang yang memiliki latar belakang bisnis di industri kreatif.

Pada tahun 2008, hanya dunia IT di Amerika yang tak terimbas krisis Subprime mortgage, selain industri berbasis IT, semuanya tumbang.

Daerah kita penguasa dan pengelola pemerintahannya terlalu politis, hingga melupakan dunia kreatif.

Regard
Tuan Pembual