Membangun SAN iSCSI dengan Debian

Kelas iSCSI GLiBogor

Para Peserta Jomblo (foto: Utian Ayuba)

Ini merupakan catatan ngoprek Kelas GLiBogor, 25 Oktober 2014 silam di Rumah Btech dengan mentor Pak Utian Ayuba.

Apa itu NAS?
Network Attached Storage (NAS) adalah sebuah server dengan sistem operasi yang dikhususkan untuk melayani kebutuhan berkas data. NAS dapat di akses langsung melalui jaringan area lokal dengan protokol seperti TCP/IP (sumber: wikipedia). Fitur ini biasa menggunakan protokol Samba atau NFS. Keuntungannya tidak membutuhkan perangkat keras khusus. Kelemahannya kecepatan transfer mengikuti kecepatan LAN karena menggunakan protokol TCP/IP.

Apa itu SAN?
Storage Area Network (SAN) adalah jaringan penyimpanan khusus yang menyediakan akses ke konsolidasi, penyimpanan tingkat blok (sumber: wikipedia). Kelebihannya memiliki kecepatan transfer yang sangat cepat karena menggunakan Fibre Channel sebagai media transfer. Kelemahan SAN, harga perangkat kerasnya mahal-mahal. tapi sebanding dengan performanya.

Apa itu iSCSI?
iSCSI (Internet Small Computer System Interface) adalah standar penyimpanan jaringan berbasis Internet Protocol(IP) untuk menghubungkan fasilitas penyimpanan data (sumber: wikipedia). Bahasa mudahnya adalah membuat penyimpanan secepat teknologi SAN namun menggunakan perangkat keras selevel NAS.

Mari gambar dulu sistem minimal:

iSCSI

Pertama kita butuh 2 mesin yang berjalan di virtual box dengan minimal dua interface jaringan. Sistem operasi yang digunakan adalah debian wheezy net install. Kalo punya mesin fisik langsung juga ndak papa. Interface eth1 dan eth2 nantinya akan diatur untuk interface bounding (tapi belum sekarang ngopreknya).

Langkah konfigurasi:

1. Set Hostname

# vim /etc/hostname
# vim /etc/hosts

Sesuaikan nama hostname debian-target atau debian-initiator

2. Set IP

# vim /etc/network/interfaces

auto eth0
iface eth0 inet dhcp

# konfigurasi ip debian-target
auto eth1
iface eth1 inet static
address 10.69.69.1
netmask 255.255.255.0

# konfigurasi ip debian-initiator
auto eth1
iface eth1 inet static
address 10.69.69.2
netmask 255.255.255.0

3. Tambah 1 harddisk di virtual debian-target

# fdisk -l

4. Konfigurasi iSCSI-Target

4.a. Instal paket iscsitarget iscsitarget-dkms

# aptitude install -y iscsitarget iscsitarget-dkms

4.b. Aktifkan setvice iscsitarget

# vim /etc/default/iscsitarget
ISCSITARGET_ENABLE=true

# /etc/init.d/iscsitarget start
# /etc/init.d/iscsitarget status

4.c. Konfigurasi iscsitarget

# vim /etc/iet/ietd.conf

# Target iqn.yyyy-mm.<reversed domain name>[:identifier]
Target iqn.2014-10.ok.bogor:data
Lun 0 Path=/dev/sdb,Type=fileio

# /etc/init.d/iscsitarget restart

4.d. Verifikasi taget-id

# cat /proc/net/iet/session

5. Konfigurasi iSCSI-initiator

5.a. Instal paket open-iscsi

# aptitude install -y open-iscsi
# /etc/init.d/open-iscsi restart

5.b. Query dari iscsi-initiator ke iscsi-target

# iscsiadm  -m discovery -t st -p 10.69.69.1

5.c. Membuka sesi ke disk target

# fdisk -l -> belum ada disk target
# iscsiadm  -m node  --targetname "iqn.2014-10.ok.bogor:data" --portal "10.69.69.1:3260" --login
# fdisk -l -> sudah ada disk target

6. Partisi, format, mount disk target

# fdisk /dev/sdb
# mkfs.ext4 /dev/sdb1
# mkdir /mnt/sdb1
# mount /dev/sdb1 /mnt/sdb1
# df -h
# touch /mnt/sdb1/file0
# touch /mnt/sdb1/file1
# touch /mnt/sdb1/file2

Selesai.

Sebelum langkah diatas ada langkah-langkah lain yg dibutuhkan seperti:
1. Raid storage, sebelum di pasang sistem operasi
2. Interface bonding/portchannel untuk meninggkatkan kecepatan transfer. Butuh 2-8 interface | ini materi kelas berikutnya.
3. Multipath
4. Backup

Sumber bacaan:
[0] https://wiki.debian.org/SAN/iSCSI
[1] https://wiki.debian.org/SAN/iSCSI/iscsitarget
[2] https://wiki.debian.org/SAN/iSCSI/open-iscsi

Regard
Tuanpembual