Sepeda Akhir Tahun Ekspedisi Curug Luhur

Curug Luhur

Heker Piknik

 

Hai, Akhir tahun 2014 kalian ngapain? Bagaimana realisasi resolusi 2014?
Kalo saya sih masih 1920x1080p.

Akhir tahun ini saya mengabiskan dengan sepedaan. Yups. Setelah wisuda awal Desember, sepeda c-one saya diboyong ke Bogor. Eman-eman lama nganggur. Ada mungkin 2 tahun tidak saya pake nggowes ke Kaliurang. Jadi CB100 butut saya ditinggal di Jogja dan kendaraan kemana-mana diganti sepeda.

Nanjak Terakhir di Jogja, Jalur Petir Gunungkidul

Nanjak Terakhir di Jogja, Jalur Petir Gunungkidul

Sepeda saya kirim lewat ekpedisi, setelah sebelumnya dikotakin sama bengkel sepeda selatan AMIKOM. 25rbu sekalian kardusnya. Saya nyoba pakai Wahana Logistik. Bertarif 160rbu sampai Bogor. Durasi 4-10 hari. (ternyata 2 hari sudah sampai kantor di Bogor).

Rute-rute grasstrack sekitar Bogor gila-gila ternyata. Ada Jalur Pipa Gas(JPG), Sentul, Pure, Puncak, Sukamantri dan lain-lain. Jalur latiahan umumnya adalah menanjak salah satunya menuju Gunung Salak. Setiap rute jelas mantep, karena disini bejejer curug-curug menawan (curung=air terjun kecil).

Sebagai goweser baru ya kudu cari temen sesama goweser. Bogor saya menemukan KOKAS Reg Bogor (Komunitas Sepeda KASKUS). Bertanya rute-rute umum buat latihan. Maklum dengkul udah lama ndak diajak nanjak.

Temen-temen koding di kantor ada juga yang doyan gowes. Yasudah sekalian diajak saja. Sebagai orang baru saya ngikut rutenya. Adalah heker-heker keren ini yang berminat ikutan sepedaan. Mereka; Pak Yanmarshus, prohemer kawakan dan Pak Gibransyah, kawakan prohemer wanabe.😀

Beranda Karima

Hacking Bopong Sepeda

Rute yang dipilih Curug Luhur via Cinangneng.

Start jam 7 dari Beranda Karima. Saya dan Mas Gibran gowes santai menuju IPB Dramaga via Sifor. Dan lanjut sesuai peta. Ketemu Pak Yan di Pertigaan Babengket. (Pak Yan sementara dalam mobil sampe Babengket, sepedanya juga). Gowes dimulai. Sarapan pagi jelas tanjakan-tanjakan Cinangneng. Dipikiran saya koq sepi yah ndak nemu rombongan sepeda. Baru setengah jalan, hujan mulai deras. Berteduh lah. Sambil menikmati hamparan sawah, ceileh.

Sampe hampir jam 10, hujan belum reda. Diputuskan sepeda diload ke mobil ajeh. 3 Sepeda dan 4 manusia empil2an. Lanjut menuju Curug. Ternyata ada sekitaran 4 tanjakan panjang, dan yakin ni mesti didorong, dengkul melotos pokmen. Berenti sebentar di warung mangkal para supir angkot. Mengisi perut, belajar dari pengalaman, makan diarea wisata ndak dijamin murah, apalagi kenyang.😀. Diwarung pangkalan supir itu, makan berempat cuma 30rbu.

Setelah nyasar beberapa kali sampailah di Curug Luhur. Etapi ternyata Curugnya sudah jadi Curug private. Harus bayar buat liatnya. Ndak mahal sih, cuma 40rbu sekali masuk perorang :|||. enggg..

Sudah masuk. dan cari spot-spot bagus, baik alami maupun buatan😀. Trus ngeliatin Air Terjunnya. Aroma sama berisiknya bikin nyaman, malas balik. Ada banyak wahana pelosotan. Dua diantaranya yang paling ekstrim. Selain tinggi dan jalurnya panjang. juga standar keselamatannya diragukan. Bisa-bisa sirup marjan.

2014-12-27 11.19.58 2014-12-27 11.23.14 2014-12-27 11.28.122014-12-27 11.13.182014-12-27 11.34.48 2014-12-27 11.36.58 2014-12-27 11.37.25

Menjelang zuhur. Kita putuskan turun. Unload sepeda, pasang-pasang, menurunkan sadel dan gowes!. Turun adalah proses mengeluarkan adrenalin, beberapa ruas adalah daerah rawan longsor. Saya sekali hampir nungsep gegara ketemu mobil naik setelah tikungan buta.:D. Sesekali berhenti mengambil gambar.

2014-12-27 11.52.29 2014-12-27 12.14.46 2014-12-27 12.14.58 2014-12-27 12.28.39 2014-12-27 12.29.01 2014-12-27 12.29.05 2014-12-27 12.31.21

Abis photo-photo itu ketemu dengan 2 pesepeda lainnya. Sepertinya dengkul mereka lawas. Senior nih. Dan dari penuturan bapaknya. Rute ini emang rute mematikan. :)) pantes sepi. Lanjut turun bareng bapak2nya, jalanan curam, licin dan tikungan. Karena udah lama ndak sepedaan serius, insting nikung rada berkurang. Saya disalip bapaknya padahal turunan. Bah sekencang apa itu? telat ngerem. dan jadilah. Sepeda bapaknya ndak mau berenti, saya yang dibelakang ikutan panik. Ngerem dan ndak mau berenti juga. Didepan adalah tikungan ke kiri bertembok. Dan Njdaaar. Menghindari nabrak bapaknya saya sleeding kekiri. Glesooorr. Enak wisss.

Lumayan, bahu kiri kebentur, siku dan lengan baret. Dengkul lecet, betis beradu dengan pedal. dan ketawa-ketawa.

2014-12-27 12.53.58

Tato Baru

Lanjut turun sampe jalan besar, kemudian loading ke mobil lagi. dan pulang.

Yak demikian akhir tahun saya. Trimakasih buat Pak Yan, Mas Gibransyah. Besok sepedaan lagih.

Kalian ndak mau ikutan seru?
Sabtu ini kita ke Curung Nangka..😀

Regard
Tuanpembual,
(yang lagi asik besepeda)