Cerita X260, X240, X230 2K, X230 aja

Update( 20181006): backlight issue dan lokasi bongkar pasang.

Ini cuma lagi pengen cerita. Setelah sebelumnya gagal menikmati x230 kastem dari lcdfans (iya gagal dan menguap).

Pertama kali melihat ThinkPad adalah seri x generasi 2, x2xx saya lupa versi lengkapnya. Pak stwn yang saat itu presentasi di depan saya saat Blankonf 2010 di Semarang. Ini lo kerennya ThinkPad. Sangat membekas di ingatan saya.

ThinkPad x240Update( 20181006): backlight issue dan lokasi bongkar pasang.

Saya pertama kali memiliki ThinkPad di tahun 2016 silam, saat membutuhkan mesin untuk presentasi di FUDCon APAC Kamboja. Membeli dari Pak Haris, x240 standar, i5, 8GB, 128GB bawaan, kemudian menambah 512 SSD. Kisaran 7ribu. SSD nya yang bikin mahal.

Selepas mengundurkan diri dari tim kolam renang, x240 ini yang menemani saya mengetik, setelah sebelumnya berkutat dengan MBP Retina 2016.

ThinkPad x260

x240 ini ikut menemani ngetik di kantor Depok dan kantor Jogja. Selang 4 bulan, Mei 2017 terbelilah x260 oleh kantor Jogja. Saya membeli ini lewat bukalapak dari toko di suatu daerah di Bandung. Speknya cukup asik. FHD, i7 6600U, 16GB, 512GB SSD, dual baterai diharga 16ribuan.

x260 ini menemani saya juga ketika meracik BlankOn Uluwatu hingga rilis. Sembari masih menyimpan x240 saya yang masih setia dengan openSUSE Leap 42.3. x240 saya bawa kembali ke konferensi di Jepang Oktober 2017 silam. Masih setia dengan Leap 42.3.

Namun cerita baik tak berjalan lama, Juni 2018, x260 saya mati. Hanya sebulan sejak garansi habis. Hasil pemeriksaan di Service Center Lenovo Jogja, terdapat kerusakan RAM dan MB. Sedih karena tidak bisa masuk garansi, mati hanya sebulan setelah masa garansi. Terakhir digunakan ketika sedang membangun image docker. Tiba-tiba heng dan restart, setelah itu system operasi hanya berjalan di 2 menit awal, kemudian hank lagi. Saya kembali ke x240 lama saya setelah saya turunkan untuk berjalan di SSD 128GB, menyalin data dari x260. Dan lanjut bekerja.

ThinkPad x230 2K

Juli 2018, saya berniat memesan x230 kastem dari lcdfans dikisaran 7ribuan, setelah membayar melaui WO, barang dikirim. Akhir Juli, barang mendarat di beacukai Semarang dan dicekal karena dikatagorikan barang bekas yang dilarang masuk. Saya diminta melengkapi dokumen, yang sayangnya tidak bisa saya sediakan.

Saya memilih opsi return ke negara asal pada pihak DHL selaku ekpedisi dan prosesnya ternyata ribet. Lcdfans kesulitan mengambil barangnya lagi di beacukai HK, sejak ini saya tak mendapat update lagi dari lcdfans, saya juga terlanjur nganu. (Padahal ada cara lain, harusnya g dikirim ke Jogja, :))) )

Minggu kedua Agustus 2018, saya menghadiri konferensi di Taiwan dengan x240 saya, beberapa kawan saya datang dari dataran China (taukan kodenya, kenapa malah kirim ke Jogja). Pak Haris malah beli barang dari China dan dikirim ke temen di Taiwan. ha makjleb.

ThinkPad x230 aja

Kembali ke Indonesia. Akhir September, teman di BlankOn, Pak Aftian mengajukan untuk membeli x240 saya dengan harga cukup baik. x240 saya lepas, dan bersiap untuk dikirim ke Surabaya.

Tapi sebelum melepas x240, saya kudu nyari ganti teman ngetik. Pilihan awal ke x230 i7, dengan layar TFT. x230 ini saya temukan di Kappy Jogja. Saya tebus dengan 4ribu kurang dikit, 9 Cell baterai, tanpa RAM (dulu pernah iseng, sudah beli 2x8GB), tanpa hardisk (saya comot SSD dari x260).

ThinkPad X220 X230 19 Slice Battery

x240 saya kirim, dan saya mulai ngetik di x230 edisi lokal. Spek akhir x230, TFT 1360×768 (bukan 2K impian), 16GB RAM, 512 SSD, openSUSE Leap 15.0, 9 Cell.

Saya juga pernah mencoba membeli mod nitrocaster dari Rusia, agar x230 bisa menjalakan layar FHD. Tapi invoice pembayaran tak kunjung masuk ke email. Entahlah.

ThinkPad x230 dengan Keyboard x220 7 Baris

Awal Oktober keusilan lain kambuh. Saya berniat mengganti keyboard x230 6 baris ke keyboard x220 7 baris. Impian yang gagal juga saya dapat, salah satu alasan memesan di lcdfans kemarin.

Pengalaman menggunakan keyboard x220 ini saya dapat ketika iseng membeli x220 untuk teman kantor, i5, 8GB, hardisk, 9 cell. Keyboardnya sangat nyaman. Hehehe.

Konsultasi di grup pegel thinkpad disarankan membeli bekas copotan bukan sparepart baru. Keyboard x220 bekas copotan dan palmrest bekas copotan meluncur dari lapak Adinoto Bandung ke Jogja. Saya tebus keduanya di 450ribu.

Iseng lain kambuh, Senin kemaren saya membeli docking baterai slicing 6cell. Dock langka dari ThinkPad untuk pengguna x220 dan x230 diharga 600ribu. Jadi setelah dipasang, total x230 saya memiliki 15 cell.

Kamis, semua paket sudah mendarat di Jogja. Jumat siap dirakit. Dengan bantuan kawan Rudger dari Pegel ThinkPad. Keyboard x220 dirakit di Kantin Bonbin Fak. Filsafat UGM.

Tararuram, 2 jam utik-utik, termasuk pembersihan tuts keyboard dan penggantian termal pasta. x230 selesai dibongkar-pasang.

Mapping Keybord x220

Proses selanjutnya adalah remaping keyboard yang baru. Berdasarkan panduan di thinkwiki, saya memilih memperbaharui firmware.

Langkah yang saya lakukan adalah:

  1. Cek versi bios x230. Tertulis versi 2.7.0 sedang saya gunakan. Versi terbaru adalah 2.7.3. Kita memutuskan tidak melakukan update bios karena kesulitan flashnya (butuh os windows. Untuk sementara ini update bios di GNU/Linux butuh tools lain yang mash dalam pengembangan, begitu kata berita)
  2. Langkah berikutnya adalah kompilasi firmware tambahan. Kita membutuhkan flasdisk kosong, tidak butuh ukuran besar. Pastikan posisi laptop sedang dicharge demi mengurangi resiko habis baterai ketika sedang flash, yang menyebabkan mumet maksimal setelahnya.
  3. Install perkakas tambahan, saya mengerjakan ini di Leap 15.0 yang sudah ganti keyboard, sehingga belum semua tuts keyboard berfungsi.
    $ sudo zypper in libopenssl-devel make
  4. Clone repo dari github
     $ git clone https://github.com/hamishcoleman/thinkpad-ec 
  5. List firmware yang tersedia, kita butuh untuk versi x230.
    $ cd thinkpad-ec
    $ make list_laptops
  6. Lakukan kompilasi
    $ make patched.x230.img
  7. Buat bootable dengan flashdisk
    $ lsblk -d -o NAME,SIZE,LABEL
    $ sudo dd if=patched.x230.img of=/dev/sdx
  8. Atur untuk mengaktifkan Legacy Only. Reboot x230, colok fd ke laptop, masuk ke bios, disable uefi, set legacy. Bood ke flasdisk
  9. Boot, dan ada text untuk konfirmasi update firmware, cukup enter, bunyi bib bib dan was was, flashing berdurasi 10 detik, kemudian x230 akan reboot sekali.
  10. Setelah selesai reboot kedua, lepas flashdisk, masuk ke bios lagi, aktifkan kembali UEFI only.
  11. Boot ke Leap dan login, taraaaaa, keyboad mapping sukses, saya bisa menggunakan kombinasi fn, test pertama saya adalah menghidupkan senter dan pengaturan kecerahan layar.

Dah itu aja. Sembari menung.

Catatan:

  • Setelah mengupdate firmware, tetap bisa reflashing ke keyboard X230 bawaan. Namun fungsi backlight nya hilang. Keyboard x230 saya sih memang bukan versi backlight, plus layout keyboard di sistem operasi saya bukan qwerty melainkan colemak. Jadi tidak masalah. Saya juga tidak suka fitur backlight.
  • Mari melelang limbah x230. Bagi yang butuh palmres x230 dan keyboard x230 non backligh bisa ngontak saya. Eheehehe.

Estu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.