openSUSE Asia Summit Ke-6

Akhirnya perhelatan ini selesai. Berlokasi di Fakultas Teknik, Universitas Udayana Bali, 4-6 Oktober 2019. Saya berkesempatan berkontribusi sebagai panitia remote. Iya remote. Acara di Pulau Bali, tetapi panitianya di Blok M.

Hari 0, Jumat

Saya mendarat ke Bali, Jumat dini hari dengan Air Asia. Sepertinya merupakan penerbangan terakhir AA dari JKT ke DPS. Keluar gate, kemudian pesan gojek ke Nirmala Hotel. Lanjut bersih-bersih dan tidur. Saya termasuk tim yang telat sampe Bali. Kukuh dan Rifki sudah dari hari Rabu beredar di Denpasar

Jumat pagi, start pukul 7 pagi, saya beredar ke kampus. Briefing volunteer sebentar. Kemudian memastikan acara kuliah umum pagi lancar, meski ada kendala sedikit. Menghitung jumlah konsumsi Sabtu dan Minggu, menu konsumsi Jumat siang dan makan malam, transfer-transfer. Hari Jumat punya beberapa agenda, pagi kuliah umum, siang community meeting dan makan malam bersama di Pantai Jimbaran.

Konferensi kali ini menghadirkan 53 pembicara, 22 dari luar negeri, 31 dari indonesia. 180 peserta, 11 luar negeri, 40 volunteer, 15 panitia. Cukup banyak. Dan bocorannya ada 91 proposal yang masuk namun hanya 52 proposal yang diterima.

Setelah selesai briefing dengan volunteer, Kukuh dan saya bergeser ke Pizza Hut memesan 2 pizza sedang, sekalian menjemput Ish Sookun dan Xabier Arbulu. Lanjut menuju GoWork park 23. Meeting dihadiri perwakilan beberapa negara, board member dan direktur opensuse.

Meeting dibuka dengan makan besar sejak pukul 13.30. Selanjutnya merapatkan beberapa isu yang sedang hangat dan beberapa saran untuk beberapa hal. Meeting ditutup pukul 16.30. Beberapa catatan meeting bisa diakses di milis.

Pukul 16.30 kita bergeser ke New Furama Jimbaran Bali untuk dinner di pantai sambil menikmati sunset dengan menu seafood sembari ombrolan-obrolan singkat. Saya cuma ikut hingga pukul set 8 malam. Kemudian bergeser ke kampus dengan Kukuh. Karena ada beberapa bagian yang butuh rundingan Kukuh dan saya.

Sampai di kampus, saya berbagi tugas dengan Kukuh. Kukuh mengatur rundown, gladiresik. Saya menuju persiapan daftar ulang peserta besok pagi, mengatur lokasi daftar ulang, pembagian kaos, kemudian lanjut sweeping lokasi makan dan snack dari lantai 4 hingga turun ke bawah. Breafing lagi dan croscek persiapan pameran dan tim video. Pukul 11 malam saya balik ke hotel.

Hari 1, Sabtu

Pukul 7 saya sudah di kampus, sembari menyusun pembagian kaos. Pukul set 8 breafing panitia, kemudian saya bergeser ke pendaftaran peserta, ngurus sesuai abjad. Setelah peserta aman, saya bergeser ke lantai 4. Ternyata acara agak molor kemudian memutuskan untuk menghapus beberapa slot agar jadwal tetap tepat waktu.

Jam 9 acara kita mulai. Pembukaan diawali dengan Tarian Sekar Jagad, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sambutan dari Civitas Akademis. Lanjut keynote speaker Simon Lee dan Dr. Axel Braun dari board openSUSE dan Keynote dari Simplify 8 Inc – Attila Pinter. Sesi keynote ditutup dengan foto bareng dan rehat kopi. Setelah itu saya ikut beberapa kelas hingga jeda makan siang.

Saya berkesempatan hadir di kelas workshop Ibu Sunny “We are openSUSE Asia Community”. Workshop ini membahas hal menarik bagi saya. Bagaimana kegiatan rutin di masih-masing negara, Bagaimana panitia Asia menyiapkan Summit, persiapan apa yang dilakukan dalam tenggat waktu tertentu.

photo6106885437382568251

IMG_0583

Jam 4 saya dapat bagian pembagian doorprize, Linksys untuk yang install opensuse. Acara hari pertama selesai, breafing volunter, beberapa masukan dari tim, hitung-hitung baju, lanjut makan malam speaker, panitia dan volunteer di Resto Mak Jo. Semua undangan yang hadir saya minta duduk random dengan volunteer, biar jadi obrolan baru. Beberapa volunter masih sungkan diawal, dengan modal bahasa improvisasi, cukuplah :D. Pukul set 10 saya bergeser pulang, dan istirahat.

Hari 2, Minggu

Hari kedua lebih santai, kepala saya jg udah mulai selow. Pagi breafing jam set 8, sekalian pembagian kaos untuk volunteer. Saya masuk ke aula dan didaulat jadi MC dadakan dengan bahasa ingris pas pas an :D.

Setelah pembukaan, saya mempersilahkan Kukuh menyampaikan laporan panitia dengan pernak pernik serunya. Lanjut 2 keynote dan foto bersama lagi.

P1030282.jpg

Lanjut rehat kopi, kelas kemudian makan siang. Setelah makan siang, saya lanjut ngisi kelas workshop saya. Kemudian selang seling menyambangi kelas-kelas lain.

Hari kedua, spesial yang punya panggung adalah Volunteer. 40 orang tangguh dengan berbagai karakter latar belakang, namun berhasil memberikan yang terbaik. Saya ucapkan tabik buat tim ini.

IMG_20191005_173255

P1030315.jpg

Hari 3, Senin, One Day Tour

Peserta yang ikut ada 28 orang dengan 2 bis sedang. Rute yang kita lalui adalah Bali Paragon Hotel Jimbaran, kemudian ke Kopi Alas Harum. Menyicip kopi luwak. Saya memilih memesan teh kayu manis. Kemudian berlanjut mengunjungi tegalan sawah.

P1030411.jpg

Dari sini, kita bergeser ke Mongkey Forest. Sampai di Mongkey forest, disambut oleh kawan Pak Edwin, sebagai pemilik dan pengelola. Kita diantar langsung untuk mengelilingi kawasan ini. Jelang pukul 1 kita sudah selesai, kemudian bergeser ke selatan menuju Hotel Paragon. Namun mampir sebentar di Mesjid Raya Sanur untuk Zuhuran. Sampe di Paragon hotel, kita pickup Max Lin dan 2 kawan lagi.

Lanjut menuju Pura Uluwatu. Sampe Uluwatu pukul 4 sore. Dan sudah ada kawan yang menunggu di loket tiket. Lanjut memakai sarung dan seledang. Saya sempet berfoto bareng kawan-kawan pengembang blankon sebagai tonggak rilis BlankOn Uluwatu.

Ada kejadian lucu di Pura Uluwatu ketika sedang menunggu tiket tari kecak. Karena kecapean kita duduk-duduk di undakan, eh malah disamperin monyet. Tapi secara reflek saya langsung berdiri. Namun tak semua beruntung, Cak Didiet telat bangun, dan kepalanya kena toyor monyet. wkwkwk. Kemudian monyetnya meloncat ke Hatochan sambil nyomot kacamatanya. Yak korban kacamata remuk kena gigitan monyet. Tipsnya sih kalo disamperin monyet, segera berdiri. Monyetnya akan kabur dengan sendirinya.

Pukul 5 kita kumpul lagi untuk pembagian tiket Tari Kecak. Pukul 5.15 kita bergeser ke lokasi kecak. Menemukan spot bagus, sembari menunggu mulai dan menikmati matahari kembali ke peraduan. Pukul 6 sore prosesi dimulai. Sembari membantu translasi. Namun sayang, saya tidak sampai selesai, pukul setengah 7 lewat, saya undur pamit, mengurus pengantaran bus untuk Simons dan Dhenandi yang harus pulang dengan penerbangan jam 10 malam. Setelah tektokan selesai, bus berangkat. Saya memutuskan menunggu di bis hingga tarian selesai dan peserta tour balik ke bus.

Lanjut balik, dengan rute padat merayap. Pukul 8 kita sampe di Jimbaran. Dan bus 1 lagi juga sudah sampai bandara. Selesai mengantar di Paragon, bus lanjut mampir ke Zurry Express dan kembali ke garasi. Setelah itu Pak Edwin, Shinji dan saya lanjut mencari pengganjal perut. Menemukan sate madura, memesan 3 porsi, sate ayam dan kambing. Tak lama Hatochan datang bersama rombongan Kukuh dan Ari. Makan lah kita serombongan. Setelah mencarikan 2 buah jus kelapa muda untuk Takeyama, kita bergeser pulang ke hotel. Saya masih harus packing-packing kotak.

Hari 4, Selasa

Pagi, bungkus-bungkus kotak 5 buah, lanjut mengantar kotak ke Kramat Djati Paket di Renon. Lanjut melipir ke Kuta, Krisna, makan siang lagi bareng Pak Edwin dan Ari, sebagai rombongan terakhir balik dari Bali.

Pesawat saya pukul 7 malam. Sekitar pukul 11 malam saya akhirnya sampai di kostan. Cukup. Waktunya istirahat.

Estu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.