Implementasi Docker, Kubernetes, Kops di Binar Academy (Bagian 1)

Awal Cerita

Kali ini saya akan cerita (iya cerita, bukan tutorial). Bagaimana saya kenalan dengan docker, apa saja yg saya lakukan, dan bagaimana saya meracuni lingkungan pengembangan melalui docker. Saya sendiri masih merasa kesulitan untuk mengajarkan docker kepada orang lain. Bingung harus memulai dari mana.

Proses belajar docker ini menghantarkan saya dalam proses yang cukup lama. Saya kembali lagi mendalami docker Maret 2018. Dalam kurun waktu 6 bulan terakhir ini merupakan proses yang cukup intens. Peluh dan spaneng yang dikeluarkan menjadi catatan berarti buat saya. Mulai dari membeli buku (beberapa judul yang akhirnya selesai saya baca), course online yang belum jadi saya mulai, membaca dokumentasi satu ke dokumentasi lainnya. Hingga menjadi bunga tidur dalam minggu-minggu penuh tekanan. Namun proses tidak pernah mengkhianati hasil.

Daftar Buku

Saya kebetulan melihat share facebook dari pak Utian Ayuba, promo beli 15 buku 25USD Mei 2018 silam. Humble Book Bundle Dev Ops by Packt. Ya sudah saya beli. Kata kunci yang saya cari adalah: docker, swarm, kubernetes. Berikut daftar buku ditulis berdasarkan saran urutan membaca:

  • Docker Cookbook By Neependra Khare, June 2015
  • Mastering Docker By Scott Gallagher, December 2015
  • Continuous Delivery with Docker and Jenkins By Rafał Leszko August 2017
  • Deployment with Docker By Srdjan Grubor, November 2017
  • Kubernetes Cookbook By Hideto Saito, Hui-Chuan Chloe Lee, Ke-Jou Carol Hsu, June 2016
  • Mastering Kubernetes By Gigi Sayfan, May 2017
  • Getting Started with Kubernetes – Second Edition By Jonathan Baier, May 2017
  • DevOps with Kubernetes By Hideto Saito, Hui-Chuan Chloe Lee, Cheng-Yang Wu, October 2017

Kemudian satu buku tambahan atas rekomendasi mas Agung Setiyawan

  • Docker for Rails Developers by Rob Isenberg, September 2018

Dan buku terakhir yang belum selesai saya baca,

  • Kubernetes on AWS by Ed Robinson, November 2018

Lanjutkan membaca “Implementasi Docker, Kubernetes, Kops di Binar Academy (Bagian 1)”

Iklan

Memperbaharui BIOS Thinkpad x230 di GNU/Linux

Seringnya untuk memperbaharui BIOS Laptop maupun komputer mengharuskan menggunakan sistem operasi Windows. Dan sayangnya saya sudah tidak menggunakan windows di Laptop kerjaan. Terus bagaimana?

Jadi sebenarnya dari Lenovo sendiri sudah menyediakan ISO BIOS yang bisa dipakai untuk memperbaharuinya. Cukup bakar file ISO ke CD. Namun sayangnya sudah lama sekali tidak punya laptop yang menyediakan CD-ROOM. Mari ngulik sedikit.

Langkahnya:

  1. Unduh ISO BIOS, sesuaikan dengan versi laptop. Saya mengunduh untuk Thinkpad x230 dari website lenovo ditautan berikut. Berkas disimpan dengan nama g2uj30us.iso
  2. Pasang tools genisoimage sesuai distro, saya menggunakan Leap 15.1.
  3. Konversi file iso tadi menjadi format img.
    $ geteltorito -o bios.img g2uj30us.iso
  4. Salin img hasil konversi ke flashdisk dengan dd
    $ sudo dd if=bios.img of=/dev/sdb bs=1M
    $ sudo sync
  5. Lanjut dengan boot dari flashdisk. Pastikan laptop tersambung dengan charger.
  6. Lakukan proses upgrade BIOS.
  7. Setelah selesai, lakukan reboot.
  8. Masuk ke BIOS untuk memastikan versi BIOS sudah terbaharui

Semoga g error.
Estu~

Cerita X260, X240, X230 2K, X230 aja

Ini cuma lagi pengen cerita. Setelah sebelumnya gagal menikmati x230 kastem dari lcdfans (iya gagal dan menguap).

Pertama kali melihat ThinkPad adalah seri X generasi 2, X2xx saya lupa versi lengkapnya. Pak stwn yang saat itu presentasi di depan saya saat Blankonf 2010 di Semarang. Ini lo kerennya ThinkPad. Sangat membekas di ingatan saya.

ThinkPad X240

Saya pertama kali memiliki ThinkPad di tahun 2016 silam, saat membutuhkan mesin untuk presentasi di FUDCon APAC Kamboja. Membeli dari Pak Haris, X240 standar, i5, 8GB, 128GB bawaan, kemudian menambah 512 SSD. Kisaran 7ribu. SSD nya yang bikin mahal.

Selepas mengundurkan diri dari tim kolam renang, X240 ini yang menemani saya mengetik, setelah sebelumnya berkutat dengan MBP Retina 2016.

ThinkPad X260

X240 ikut menemani ngetik di kantor Depok dan kantor Jogja. Selang 4 bulan, Mei 2017 terbelilah X260 oleh kantor Jogja. Saya membeli ini lewat bukalapak dari toko di suatu daerah di Bandung. Speknya cukup asik. FHD, i7 6600U, 16GB, 512GB SSD, dual baterai diharga 16ribuan.

Lanjutkan membaca “Cerita X260, X240, X230 2K, X230 aja”

Mi Roaming, Solusi Hemat Paket Data Internasional

Menyambung cerita kemaren, catatan CGK-HKG-TPE. (ps: saya bukan tim marketingnya Mi Roaming, cuma berbagi cerita saja)

Sebelum berangkat, sempat terpikir bagaimana penggunaan data ketika di Taiwan? Temen-temen dari Surabaya memilih membeli kartu Telkomsel edisi khusus Taiwan, IDR 340.000. Diorder dengan mendatangi Grapari Telkomsel atau menghubungi cs@telin.tw. Saya dipamerin penampakannya.

Pak Edwin Zakaria memilih mengaktifkan roaming Indosatnya. Sedangkan saya malah lupa aktifasi roaming kartu IM3 saya, sehingga kartu saya beneran mati ketika keluar dari Indonesia. Tidak mendapat sinyal sama sekali. Dan kalo mau ngaktifin ketika sudah telat gini, malah ribet bener.

Sebenarnya, jauh hari sebelum berangkat, saya berencana menggunakan Mi Roaming saja untuk kebutuhan data internet. Mi Roaming tersedia di ponsel Xiomi dan MIUI.
Saya menggunakan ponsel Mi Max 2 dengan versi MIUI 9.6.3.0.

Apa itu Mi Roaming?

Mi Roaming adalah layanan data dengan menggunakan jaringan lokal melalui virtual sim yang tersedia di lokasi sekitar namun tanpa membeli kartu baru. Sebelumnya, saya pernah membeli kartu roaming lainnya, ChatSIM sekitar IDR 25.000. Namun penggunaannya sangat terbatas hanya untuk chat saja. Lanjutkan membaca “Mi Roaming, Solusi Hemat Paket Data Internasional”

Catatan Perjalanan CGK-HKG-TPE

2018-08-09 11.41.35

Bukan perjalanan pertama saya melalui rute ini, namun tak salah menuliskan catatan ini.

Pesawat saya berangkat Kamis pagi jam 8.15 dengan Catay Pacific CX-718. Saya sudah melakukan checkin online sebelumnya melalui website dan memilih nomor kursi. Catay Airways hanya mengijinkan melakukan checkin online mulai dari 48 jam sebelum keberangkatan. Kemudian saya memilih Muslim Food dari menu checkin Catay. Pilihan Muslim Food hanya tersedia di Penerbangan HK-TPE, sedangkan dari CGK-HK semua makanan adalah Halal. Untuk penerbangan pulang, pilihan Muslim Food hanya tersedia dalam penerbangan TPE-HK, sedangkan HK-CGK semua makanan dinyatakan halal, sehingga tidak perlu memilih lagi. Selalu bawa botol minum isi ulang.

Lanjutkan membaca “Catatan Perjalanan CGK-HKG-TPE”

Taipei, openSUSE Asia Summit, Power of Community

 

When you’re planning a trip to Asia, Taipei probably isn’t be the first destination that comes to mind, as it’s often ignored in favor of more popular tourist spots like Tokyo or Hong Kong. But don’t ignore a trip to Taiwan’s big city — it’s an inexpensive, quirky metropolis with some of the best night markets in all of Asia. This is the second time i’ve visited Taipei for openSUSE Asia Summit.

FYI, The last openSUSE.Asia Summit was held in Tokyo, Japan.

Here we go. Me and the famous Mr. gecko!!

Thursday 9 Aug, Day -1 (Travel to Taiwan)

This time, 14 people came from Indonesia to join openSUSE Asia Summit 2018 in Taipei. We divided to 3 groups. One group flight from Juanda Surabaya (Darian, Aftian, Joko, Rania). One group at morning flight from CGK (Haris, Edwin, Estu). Last group with afternoon flight from CGK (Kukuh, Didiet, Rifki, Yan Arief) And 3 others people; Tonny, Iwan Tahari, Siska join a separate flight.

My group is the first team landing in Taiyuan Airport. At international arrival gate, Franklin Weng pick us up to hostel, but we decided to visited Frank office before going to Hostel. We meet Eric Sun and their team. Artistic team who create video for opening ODF Reader on Android. The video created using Blender Software.

22.00 we arrive at hostel. Many thanks to Frank for deliver us. :D. A few hours later, 2 more groups arrived at hostel. We are stay at same hostel. A comfort dormitory with share room. First Hostel, not far from Daan Park. Let call it a day and sleep all the night.

Friday 10 Aug, Day 0 (openSUSE Board and Community Meetup)

Today we plan join meetup at Taiwan SUSE Office after Friday Prayer. We visited Taiwan Grand Mosque, not far from Daan Park and our hostel. Before Friday Prayer, we take breakfast at Sakura Canteen (with Indonesian Food), next to Taiwan Grand Mosque. After praying, we going to SUSE office by walk. We came late to SUSE office, after lost direction. What a day!

Main discussion on SUSE Office

We meet openSUSE boards, SUSE Beijing and SUSE Taiwan, openSUSE Japan, openSUSE Taiwan; Ana Martinez and Simon, Sunny and team, Alcho and team, Takeyama and team, Sakana etc. You can watch meetup video from Sakana here.

Lanjutkan membaca “Taipei, openSUSE Asia Summit, Power of Community”

openSUSE Asia Summit 2018, Jogja dan Binar dalam Dunia Kode Sumber Terbuka

openSUSE Asia Summit 2018 selesai digelar kemarin. Rangkaian acara total digelar sejak 8-13 Agustus di National Taiwan University of Science and Technology, Taipei. Tulisan saya dalam Bahasa Inggris dapat dibaca pada tautan ini.

Sebagai Summit kedua di Taiwan, openSUSE Asia Summit 2018 berlangsung sangat ramai, banyak kawan-kawan lama dari beberapa summit lainnya ikut hadir. Acara Summit kali ini lebih spesial karena merupakan kolaborasi tiga acara COSCUP X GNOME.Asia Summit X openSUSE Asia Summit.

Saya kebagian sesi hari pertama, Sabtu 11 Agustus pukul 14.30. Materi yang saya bawakan berjudul: How Jogja Become City of GNU/Linux User Friendly. Slide presentasi saya dapat diakses di tautan ini.

Dalam sesi ini, saya menceritakan sejarah komunitas GNU/Linux di Jogja ketika awal-awal saya berkenalan dengan GNU/Linux dalam rentang tahun 2009-2015 bahkan era sebelum saya datang ke Jogja.

Era komunitas GNU/Linux di Jogja mulai pudar sejak periode Startup mulai menggeliat di Jogja, sekitaran tahun 2015. Dalam catatan ini saya melihat bahwa teknologi berkode sumber terbuka tidak lagi dalam tatanan bagaimana berkenalan. Namun sudah menuju bagaimana teknologi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Di bagian akhir cerita, saya menceritakan Apa itu Binar Academy dan bagaimana Binar Academy memanfaatkan GNU/Linux dan teknologi bersumber kode terbuka lainnya dalam proses akademi. Beberapa hal malah merupakan keharusan menggunakan teknologi tersebut dalam proses akademi.

Beberapa teknologi yang kita gunakan di Binar Academy:

  • Sistem operasi, Ervien, salah satu mentor dan saya menggunakan opensuse 42.3 dalam keseharian, beberapa mentor lainnya menggunakan Ubuntu 16.04 dan Linux Mint.
  • Bahasa pemograman, Ruby on Rails, Vue JS, Kontlin,
  • Metabase, Mattermost
  • Database, mysql, postgresql
  • Webserver, NGINX
  • AWS Platform, Heroku
  • Gitlab dan Gitlab-CI

Harapannya adalah semakin banyak orang, lembaga, perusahaan yang memanfaatkan GNU/Linux dan teknologi bersumber kode terbuka lainnya.

Terimakasih untuk openSUSE dan Binar Academy yang menjadi sponsor perjalanan saya.

Estu