Setelah Rilis Uluwatu

foto: Jan Peter

Setelah Rilis?

Uluwatu sudah dirilis 2 Mei silam. Dirilis dengan harapan semoga menjadi yg terbaik, mesti tak anyal, hanya beberapa jam setelah rilis. Pengembang sepakat mengajukan minor rilis untuk beberapa perbaikan. Perjalanan menyenangkan buat saya, selaku Manajer Rilis; nano nano, deg deg an, depresi semua bercampur.

BlankOn masih menghadapi masalah lama. Pekerjaan rumah merapikan service pengaturan lumbung. Peta ini mengarah kepada perubahan menggunakan reprepro menuju dak. Saya sendiri belum yakin sejauh mana ini akan dioprek. Tapi sepertinya akan menjadi mainan saya 2-4 bulan kedepan.

Dengan tulisan ini dirilis, saya mengundurkan diri dari Manajer Rilis Uluwatu, dan berpindah tim ke bagian riset Proyek BlankOn.

Kemana setelah ini?

Beberapa rencana kedepan yang terbayang, beberapa selipan ide:

  • Menghidupkan kembali tautan rsync untuk lumbung arsip
  • Melakukan rilis minor tiap tgl 2 tiap bulan, jahitan akan menggunakan nomor, kode rilis akan dipilih setelah ada manajer baru.
  • Kembali membuka pembaharuan arsip-dev
  • Merapikan repo update dan repo security
  • Melakukan pemetaan DNS,  kembali terpusat.
  • Melakukan pemetaan web, khususnya yang jalan di waljinah. mematikan semua layanan, dan kemudian menghidupkan satu persatu yang dibutuhkan dan dipakai.
  • Meruwat Manokwari untuk berjalan beriring dengan pembaruan GNOME.

Mungkin itu saja.

Selamat Hari Kebangkitan Nasional.

Advertisements

Menjadi BlankOn

Hai, saya Estu.

Kali ini sedang mencoba menjadi manager rilis BlankOn XI dengan nama kode Uluwatu. Rilis kali ini pengerjaan dimulai 8 Feb 2017.

Apa yang terjadi dalam kurun waktu menuju Uluwatu?

Setelah rilis BlankOn X Tambora, hampir semua koordinator tim mengundurkan diri, tak luput beberapa pengembang veteran pun ikut gantung papan ketik.

Saya sendiri mungkin hanya sebagian pengembang lawas yang masih ikut. Mari bikin tim baru. Kenyataan pertama yang dari dulu sudah menjadi momok adalah baru sadar bahwa tidak ada dokumentasi yang memadai pada Infrastruktur dan aplikasi utama. Kedua hal itu biasanya merupakan tugas turunan untuk menjadi pawang mesin dan pawang aplikasi tanpa tau bagaimana kedua hal itu dibangun. Momok itu baru sadar ketika beberapa service tidak berjalan baik.

Selama perjalanan menjahit Uluwatu, ada beberapa kejadian yang menjadi catatan saya.

Milestone:

  1. Perawatan Mesin BlankOn
    • Waljinah, penambahan hardisk | Maret 2017
    • Perawatan Rani, penambahan hardiks | Maret 2017
    • Perawatan Alynne, penambahan CPU dan RAM | April 2017
  2. Laporan kerusakan pada lumbung Tambora | April 2017
    • Backup service, Alynne install ulang
  3. Rekontruksi Pabrik CD, Pabrik Paket (IRGSH), dan Pabrik Repo | Maret – Juni 2017
    • Inisiasi ananda | mesin baru di Digital Ocean untuk riset rekontruksi
  4. Alynne gagal hidup dan bekerja akibat MotherBoard yg rusak | Desember 2017
  5. Penyalahgunaan Maskot Boni untuk komersial

Pada rilis Uluwatu ini, tidak banyak yang berubah dari segi isi dan fitur. Beberapa hanya menaikan versi aplikasi. Namun beberapa kerjaan selesai yang saya anggap sebuah pencapaian dalam rilis kali ini ada banyak, diantaranya:

  1. Dokumentasi bagaimana membangun layanan BlankOn.
    Rilis kali ini saya ikut membidani rekontruksi infra BlankOn akibat beberapa catatan kejadian diatas.

    • Dokumentasi Pabrik Repo menggunakan reprepro
    • Dokumentasi Pabrik CC, service yg menjahit ISO BlankOn
    • Dokumentasi Pabrik Paket (irgsh server dan irgsh worker)
    • Isu-isu yang sering muncul di layanan dan bagaimana menangani
  2. Pemindahan Repository dari dev.boi yg menggunakan bzr ke github dengan scm git.
  3. Pemindahan Wiki oleh tim Dokumentasi dari Trac di dev.bo ke github pages.
    • Tim Dokumentasi kali ini memberikan lompatan yg besar. Karena mayoritas anggota bukan dari latar belakang IT, setelah bergabung. Belajar bagaimana menulis dokumentasi dalam format Markdown dan menggungahnya ke github melalui baris-baris perintah git.
  4. Perilisan Kode Etik berkomunikasi
  5. Pendaftaran Sponsor dan Mitra dirilis
  6. Kegiatan Translasi GCompris edisi Bahasa Indonesia
  7. Kegiatan Pameran di Habibie Festival dan Libroffice Conference Indonesia

Beberapa catatan lain.

9 Februari 2018, kami kehilangan kawan, sahabat, jiwa muda di tim pengembang BlankOn.
Muhammad Rafi, koordinator Humas, berpulang setelah seminggu dirawat pasca kecelakaan.
Sebuah kehilangan yang sangat besar bagi kami. Semoga dilapangkan jalannya, Amin.

Diawal bulan Mei ini, setelah melalui perjalanan panjang, pasang surut. Tim Pengembang sepakat.
“Merilis BlankOn XI Uluwatu”

Selamat rilis kawan, tetap semangat menuju kemandirian perangkat lunak bersumber terbuka.
Mohon maaf belum dapat menjadi manager rilis yang baik.

Tabik
Estu – tuanpembual

Memperbaiki Daemon ScreenSaver di BlankOn Uluwatu

Yaps x260 saya isinya Uluwatu dan gado-gado lainnya. Lebih seringnya makai repo SID dari Kartolo. Beberapa hari ini, setelah jalankan upgrade paket dari SID, beberapa fitur ngambek.

Salah satunya screensaver g jalan. Akibatnya laptop jadi tambah boros. Layar idup selalu meski udah ditinggal lama ( g mau dim).

Yuk dibenerin. Kata Pak Sofyan cukup ubah file desktop gnome-screensaver:

$ sudo vim /etc/xdg/autostart/gnome-screensaver.desktop

Cari baris ke 157.
Ganti OnlyShowIn=GNOME-Flashback menjadi OnlyShowIn=GNOME

Setelah itu, logout dan login kembali ke Manokwari. Tadaaa… Sukses

Estu yang lagi nunggu rilis.

BlankOn dalam Konferensi Libreoffice ID

2018-03-25 14.47.48

Ini kali kedua konferensi, saya g ikut jadi pembicara. Sebelumnya PyConf ID di PENS 19 Desember silam, hanya cuma submit judul dan tidak lolos (dan memang berharap tidak lolos). Acara di PENS Desember silam termasuk perjalanan ajaib, karena kali pertama saya nyoba bawa sepeda lipat naik pesawat.

Konferensi LibreOffice kemaren saya semacam penyusup, karena sedikit bikin acara dalam acara. Agenda terselubungnya adalah mengumpulkan pengembang-pengembang BlankOn dalam satu lokasi. Semacam BlanKopdar.

Perjalanan ke timur. Rencana awal berangkat naik bus, tapi beberapa jam menjelang berangkat, tiba-tiba malah beli tiket kereta Jayakarta. Dan dapat kabar, kereta jalur selatan asal dan menuju Bandung mengalami terlambat. Karena ada kereta anjlok. Dan Pak Didiet sudah misuh-misuh dari sore. Continue reading “BlankOn dalam Konferensi Libreoffice ID”

Upgrade BlankOn Tambora Menjadi BlankOn Uluwatu

Screenshot from 2017-11-13 16-40-47

CATATAN: RESIKO DITANGGUNG SENDIRI.
Penulis tutup mata jika langkah-langkah dibawah ini mengakibatnya keharusan memasang ulang OS di Laptop/PC masing-masing.

Ini adalah surhatan saya. Langkah berikut adalah pengalaman penulis, tidak ada jaminan akan berlaku sama jika diuji orang lain.

Berawal dari; oleh karena suatu sebab musabab, repo Tambora tidak lagi sehat dan beberapa kerjaan saya membutuhkan paket-paket lain. Jadi intinya saya g bisa masang-masang tools buat ngetik aneh-aneh.

Diputuskan: DIST-UPGRADE ke Uluwatu

Kondisi:
Laptop Thinkpad X260, terpasang BlankOn Tambora 64bit.

Karena dipakai kerjaan, jadinya proses ini saya cicil harap-harap cemas.

Step-step nya adalah:

  1. Ganti repo menuju Uluwatu.
    deb http://arsip-dev.blankonlinux.or.id/blankon uluwatu main restricted extras extras-restricted
    
  2. Update dan install kernel baru. Reboot setelah itu.
    sudo apt install linux-headers-amd64 linux-image-amd64
    
  3. Benerin applikasi yg ngaco gegara upgrade kernel (wifi install ulang driver dan virtualbox upgrade sekalian). Reboot setelah itu.
    sudo apt-get install firmware-iwlwifi --reinstall
    sudo sh VirtualBox-5.1*
    
  4. Upgrade aplikasi yg biasa dipakai. Bisa disorting via sudo apt list --upgradable. Aplikasi yang saya upgrade sebangsa Firefox, terminator, calibre dkk. Beberapa paket compiler juga.
    sudo apt install lsb aptitude inkscape vim zsh s3cmd zsync make sudo rsync build-essential tzdata openssh-client nano tar unzip audacious automake firefox xchat curl gedit dpkg gedit git reprepro terminator time wget tree sed bash whois p7zip openssl samba mount unrar mc net-tools nmap cron debootstrap gparted lsb
    
  5. Hapus paket yang bentrok. VLC saya hapus.
    sudo apt remove vlc
    
  6. Kalau sudah yakin, kita mulai dari upgrade. Dalam proses ini ada beberapa pertanyaan terkait ada config yang berubah seperti lsb-release. (Saya lupa yg lain, ada 2-3 kali).
    sudo apt upgrade
    
  7. Lanjut dengan dist-upgrade. Setelah selesai, silahkan reboot. Jangan lupa berdoa (beneran harap-harap cemas ini)
    sudo apt dist-upgrade
    

Step-step setelah selesai dist-upgrade dan masalah-masalah yang timbul:

  1. Bersihkan sisa-sisa paket
    sudo apt clean && sudo apt autoremove
    
  2. Benerin driver touchpad.
    sudo apt install xserver-xorg-input-libinput --reinstall &&
    sudo apt remove --purge xserver-xorg-input-synaptic
    
  3. Atur tap dan natural scrolling dari panduan ini.
    sudo modprobe -r psmouse
    sudo modprobe psmouse
    

    Kemudian buka gnome-control-center, atur sesuai kebutuhan (enable tap dan natural scrolling)

Sudah, itu saja yang saya lakukan.

Beberapa kutu yang masih ada adalah:

  1. Tampilan grub masih biru bawaan Debian, berbeda dari Tambora yg sudah ada khas logo BlankOn di pojok kanan.
  2. Network applet belum muncul.
  3. Paket VLC rusak.

Menuju RC3. Yay!!
Estu, yg mumet mainan Tsung.

Harus Punya! Kemeja Keren BlankOn

Kemeja BlankOn Stok

Hae,

Udah pada punya kemeja BlankOn belum?

Kemeja BlankOn dengan bahan Nagata yang nyaman di kulit. Tebal namun tidak panas ketika dipakai.

Detail produk bisa dilihat pada tautan berikut.
Harga Rp 130.000

Tersedia ukuran :
S,M,L,XL,XXL.

Hubungi kontak berikut untuk pemesanan:
+62 857 2900 9963 (untuk pengiriman dari kota Yogyakarta)
+62 856 4321 4898 (untuk pengiriman dari kota Bogor)

Kemeja BlankOn Belakang
Diperankan oleh model, ya begitulah. 😀

 

Kemeja BlankOn Depan
yak inilah modelnya. 😛

 

Salam

Kelas Firewall dengan GNU/Linux di BSI Salemba

IMG_2357

Senin dan Selasa minggu lalu 15-16 Desember 2014, saya dan Kaka Prakasa berkesempatan memberikan sedikit materi di kelas Firewall dengan GNU/Linux pada mahasiswa/i semester 5 D3 Teknik Komputer Bina Sarana Informatika. Acara selama dua hari ini berlangsung di Aula lantai 5 Kampus BSI Salemba Tengah.

Tidak banyak yang mampu saya sampaikan di kelas tersebut. Materi saya unggah di Slideshare berikut.

Continue reading “Kelas Firewall dengan GNU/Linux di BSI Salemba”