DevOps; Jenkins, Pengantar Lain 

logo-jenkins*Tulisan dibawah ini banyak nggamblehnya.

Di era-era menuju implementasi DevOps, Jenkins bukanlah barang baru. Dan tidak diragukan lagi, Jenkins merupakan salah satu tools wajib dalam menunjang proses pengembangan perangkat lunak secara keseluruhan (Continuous Integration) dan memberdayakan tim untuk melaksanakan bagian teknis dari pengiriman berkelanjutan( Continuous Delivery).

Dalam pekerjaannya, praktisi DevOps diharuskan mampu mengubah infrastuktur, konfigurasi dan alat-alat yang menunjang proses DevOps menjadi sebuah kode. Beberapa menyebutnya “Infrastructure as Code (IaC)”. Tujuannya adalah pengurangan biaya(Cost reduction), kecepatan eksukusi (Speed- Faster execution) dan pengurangan resiko( (Risk – remove errors and security violations).

Ada banyak cara untuk melakukannya. Provisioning merupakan salah satunya. Toolsnya juga macam-macam. Saya terbiasa menggunakan shell scripting, chef dan ansible. Sudah itu aja pengantarnya. Abis ini saya ndongeng membuat jobs di Jenkins.

Sebenarnya membuat jobs di Jenkins itu ndak susah-susah amat. Namun kebiasaannya, membuat jobs cukup dengan klik klik terus jadi. Ya jadi. Tapi bagaimana dengan prinsip  IaC diatas? Ya mbuh. Nek jenkinsnya modar, trs? Ya wasalam.

Sebenarnya jobs dan konfigurasi di Jenkins bisa saja langsung disimpan, tapi formatnya adalah xml. Sedikit nganu.

Salah satu solusinya adalah dengan menulis Jenkins Jobs dalam format *.groovy. Kumpulan *.groovy ini dikumpulkan dalam lumbung, yang akan diperbaharui otomatis. Adalah gradle dan job-dsl yang bertugas mengubah format groovy menjadi jobs yang disimpan dalam bentuk xml.

Kita mulai dari mana?

  1. Salin repo
    $ git clone https://github.com/tuanpembual/jenkins-jobs.git
    
  2. Install Jenkins. Cara paling mudah adalah menggunakan Vagrant. Vagrantfilenya bisa dicomot dari repo saya. Dalam Vagrantfile sudah ada box yg bisa dipilih. Saya menggunakan ubuntu 16.04. Kemudian jalankan instalasi jenkins via shell provisioning. Oh iya, sekalian direktori share foldernya dicek; sesuaikan dengan kondisi anda.
  3. Install plugin jobs-ds l(ini plugin awal kita bekerja). Dan install jg beberapa plugin lain yang dibutuhkan. Berikut beberapa plugin yang saya rasa perlu:
    • git
    • greenballs
    • build-pipeline-plugin
    • job-dsl
    • cloudbees-folder
    • swarm
    • slack
    • envinject
    • gradle
    • view-job-filters
    • postbuildscript
    • email-ext
    • plot
    • aws sdk
    • s3 plugin
  4. Konfigurasi root jenkins. Bagian yang perlu diperhatikan adalah bagian root:
    <workspaceDir>${ITEM_ROOTDIR}/workspace</workspaceDir>
    <buildsDir>${ITEM_ROOTDIR}/builds</buildsDir>
    
  5. Buat jobs untuk menampung seed jobs. Isian untuk seed jobs kira-kira begini: (atau bisa nyomot file xml di repo tadi)
    Project Name: seed-jobs
    SCM: none
    Build Trigger: none
    Build: Invoke Gradle Buid

    • task: clean test

    Build: Process Jobs DSLs

    • DSL Script: jobs/*.groovy
    • Action for removed jobs: Disable
    • Action for removed views: Ignore
  6. Buat folder jobs di repo. Dengan vim, buatlah file baru semisal BelajarJenkins.groovy. Isinya kira-kira begini:
    String app = "BelajarJenkins"
    folder("${app}") {
      description "ini adalah description"
    }
    job("${app}/BuildGradle") {
      description "Coba build gradle"
      logRotator {
        daysToKeep(7)
        numToKeep(10)
      }
      triggers {
        scm('H/2 * * * *')
      }
      steps {
        gradle {
          tasks('clean test')
        }
      }
      publishers {
        mailer('mail@example.com', false, true)
      }
    }
    
  7. Lakukan perintah buid di seed jobs di Jenkins dengan menekan tombol build now. *semoga g ada error 😀
  8. Tadaaaa. Jobs pertama sudah jadi. Silahkan buat file *.groovy lainnya untuk membuat jobs lainnya ya.

Jika akan digunakan untuk proses produksi, silahkan aktifkan scm menuju repo jenkins-jobs anda. Kemudian trigger scm dalam format cron (* * * * *). Artinya seed-jobs akan dibuild setiap menit jika terdapat perubahan pada repo. Efeknya adalah segala perubahan manual pada jenkins jobs lainnya akan ditimpa selalu. Dan untuk melakukan perubahan diharuskan mengubah langsung pada file *.groovy dan ajukan pull request ke repo.

Sudah, itu saja. Berikut beberapa bacaan lain terkait jobs-dsl. Setelah ini saya akan menulis beberapa potongan kode yang biasa saya gunakan dalam membuat jobs.

Bacaan:
[0]. Getting Started:  https://github.com/jenkinsci/job-dsl-plugin/wiki/Tutorial—Using-the-Jenkins-Job-DSL
[1]. API Viewer: https://jenkinsci.github.io/job-dsl-plugin/

Selamat mencoba.

Estu~