Kabar #Malioboro 6 Selapanan KPLI-Jogja #Gimp

Siapa bilang di linux g bisa desain?

Pertanyaan ini terjawab sudah.
Minggu, 21 Oktober 2012.
Mengambil lokasi Gedung Student Center Kampus Univ Muhamadiyah Yogyakarta, acara Malioboro #6 digelar.

Tema kali ini adalah desain grafis menggunakan Gimp dibawakan oleh @xvienz.

Materi pertama, belajar desain wallpaper aero. Bermain manipulasi di gradien. Materi kedua, saya lupa judulnya, intinya memberi efek mask di foto menjadi tampilan wah. Satu kesan saya. Wah, desain itu tidak sulit, sudah dibuatkan alat, tinggal kita yang berkreasi.

Tautan materi dan video,

Sedikit jepretan kamera pas-pasan.

image

image

image

Terimakasih kepada semua peserta yang telah hadir. Dan spesial untuk KSL UMY sebagai penyelenggara, dan KSL Kusuka yang berhasil membawa pasukan terbanyak.

Regard
Tuan Pembual

Advertisements

Undangan Malioboro #6 Selapanan KPLI Jogja

Mengundang pengerak FOSS untuk hadir di Malioboro #6 Selapanan KPLI Jogja.

Kapan?

21 Oktober 2012,
8.30 – 11.00 WIB
Gedung Student Center UMY, Ruang Seminar Lantai 3

“Desain Grafis Menggunakan GIMP” oleh xvienz

Jangan lupa daftar disini ya
Info detail di Malioboro.org

sampe ketemu saya di lokasi.

Regard
Tuan Pembual

#Slackware Gimp 2.8 Enable Single-Window Mode

Kelar build gimp 2.8 beserta dependesinya.
*karena di mesin terpasang gimp 2.6

saya memakai slackbuild dari SlackHacks di
http://slackblogs.blogspot.com/2012/05/unofficial-gimp-280-package-for.html

Namun di mesin saya, saat build gtk+2 ada kendala, dan saya tidak bisa menyelesaikannya. (ra donk)

okelah, nyari gtk+2 yang siap pasang aja,
Nemu dari http://www.bebez.org/mslackfiles/gimp-2.8/

Cuma unduh gtk+2 nya saja, kemudian lanjut build Gimp nya.
Dan pasang,

Kendala nya disini,
Ketika dijalankan koq g satu jendela yah,
Ternyata menunya belum dicentang,
caranya dari menu,

Windows -> Single-Window Mode

Kelar, Alhamdulillah

Regard
Tuan Pembual

Handle DSLR Camera RAW Files in Blankon/Ubuntu

Wah, belum punya DSLR sih, cuma tadi di sekre JGOS ada tamu cewek manis yang bertandang.
Dan bertanya,

“Mas, ni file hasil kamera koq g bisa dibuka di Linux yah?” 

NB:
OS yang ia pake adalah Blankon Pattimura.

Sekali saya cek, file berformat .PEF (makanan apa pulak ini)
Hasil pencarian membuahkan hasil bahwa .PEF adalah hasil file RAW dari kamera DSLR.

RAW image file is minimally processed data from DSLR camera. Depending on photo camera’s manufacturer RAW files can be named with the following file extensions: arw, srf, sr2 (Sony), crw, cr2 (Canon), nef, nrw (Nikon), orf (Olympus), ptx, pef (Pentax), raw, rw2 (Panasonic/Lumix). Most of photographers use Windows or MAC OS image editors to convert RAW images into compressed images like JPEG, PNG or TIFF. At the same time there are several free but competitive software applications for the same purpose in Ubuntu Linux.

Baiklah, Intinya pasangin aplikasi yang bisa mengolah file raw di Blankon/Ubuntu.
Banyak sih, diantaranya

1. Edit RAW Files in Ubuntu using RAWstudio

RAWStudio software is easy and powerful tool for processing and conversion of RAW files into wide range of compressed image formats like JPG or PNG.

Silahkan install via konsole

$ sudo apt-get install rawstudio

Saya lebih prefer menggunakan aplikasi ini dengan kelebihan,
– Perpindahan foto satu kefoto lainnya cukup dipilih fotonya, tidak harus keluar dari aplikasi.
– Langsung bisa mengekspor foto menjadi file lain berformat .PNG .JPG .TIF

Once you installed Rawstudio you can open any RAW file using this editor. Just right click on the file and select “Open with Rawstudio”:

Rawstudio RAW File

2. Handle RAW Files in Ubuntu via GIMP Ufraw / Ufraw

GIMP is very powerful image editor that comes with Ubuntu by default. In order to add the plugin for editing RAW files to GIMP it is required to install one Ubuntu package

$ sudo apt-get install gimp-ufraw

Aplikasi ini adalah plugn di GIMP, namun memiliki versi terpisah yaitu : Ufraw.

$ sudo apt-get install ufraw

RAW file in GIMP + UFRAW

Semoga membantu.

Sumber : http://www.ubuntuka.com/raw-files-ubuntu-dlsr-camer/

Regard
Tuan Pembual