Memigrasikan Container Proxmox

foto dari: http://vectroave.com/2010/01/shipping-container-architecture/
foto dari: http://vectroave.com/2010/01/shipping-container-architecture/

Minggu kemaren dapat task buat memigrasikan container proxmox dari server lama ke server yang baru. Timbang konfig server dari awal mending ya disalin aja containernya. Langkah-langkah memigrasikannya cukup mudah sih.

Backup Container

0. Login ke server proxmox lama.
1. Shutdown container.
Tidak semua migrasi harus mematikan container sih demi mengurangi down time. Cuma karena servernya ndak terlalu sibuk dan memang akan segera dimatikan ya sudah ndak papa.

# vzctl stop 101

*ps : 101 merupakan ID container yang mau dimigrasikan

2. Dump container

# vzdump 101 --dumpdir .

*ps : –dumpdir . = hasil kompres dump container akan diletakkan pada lokasi saat ini.
Jika tidak ingin mengalami downtime bisa menggunakan opsi snapshot, atau suspend

# vzdump 777 --mode suspend --dumpdir .
# vzdump 777 --mode snapshot --dumpdir .

3. Salin dari server lama ke server baru, bisa menggunakan scp. Kalau dirasa koneksi lemot ya salin secara fisik saja.

# scp vzdump* root@serverbaru.com:.

Restore Container

0. Login ke server yang baru.
1. Lakukan restore container,

# vzrestore vzdum* 121

*ps:
– vzdum* adalah file hasil kompres dari server lama yg sudah disalin ke server proxmox yang baru.
– 121 adalah id container yang baru, nilai terserah.

2. Hidupkan container, seting-seting IP address ke yang baru.

# vzctl start 121
# vzctl enter 121

*ps:
vzctl enter 121: perintah masuk ke containter langsung. kemudian setting ip address sesuai kebutuhan

Selamat mencoba.
Bacaan-bacaan lain :

[0] https://pve.proxmox.com/wiki/Backup_and_Restore
[1] https://pve.proxmox.com/wiki/Vzctl_manual
[2] https://pve.proxmox.com/wiki/Vzdump_manual
[3] https://pve.proxmox.com/wiki/Vzrestore_manual

Regard
Tuan Pembual

Migrasi FOSS di Jakarta International Multicultural School

JIMS

Senin – Rabu (21-23 Juli 2014) saya diajakin bantu-bantu migrasi FOSS di Jakarta International Multicultural School(JIMS) daerah Ciputat Tangkerang bareng AirPutih. Tapi saya cuma ikut yang hari Senin aja karena harus mudik ke Jogja Senin malam.

Saya cerita dari mana ya?

Migrasi kali ini terkait mengerjakan komputer yang ingin dimigrasikan ke Linux. Kemudian ditambah dengan pelatihan dan pendampingan penggunaan.

Ada 21 komputer yang dimigrasikan dengan spesifikasi standar P4 dan ram 1GB hardisk 80GB. Yak komputer umumlah lah. Alasan migrasi karena sebelumnya mereka telah menggunakan OS Windows XP legal namun dukungan Microsoft untuk produk ini telah dihentikan. Sistem operasi yang digunakan adalah Ubuntu 12.04 32bit. Proses pemasangan tidak terlalu banyak masalah karena semua spesifikasi perangkat keras sudah didukung sistem operasi.

Lanjut dengan kebutuhan perangkat lunak. Pihak sekolah membutuhkan beberapa perangkat lunak tambahan seperti Gimp, Inkscape, Scribus, LAN Messager (chat lewat jaringan lokal), destop remote. Setelah proses pemasangan selesai (Rabu 23/07/14) akan dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan awal Agustus besok. Lanjutkan membaca “Migrasi FOSS di Jakarta International Multicultural School”

JGOS Tahap III di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta

SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta
SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta

Gerakan JGOS memasuki tahap ketiga. Sebelumnya saya ikut JGOS tahap II sejak Oktober 2011-Oktober 2012. Namun dalam kurun waktu tersebut masih tersisa kuota komputer migrasi sebanyak 30 PC. Maka dilanjutlah ke Tahap III.

Ada yang berbeda di Gerakan JGOS III kali ini. Sebelumnya sasaran migrasi adalah SKPD di lingkungan Pemkot Yogyakarta, kali ini sasaran adalah instansi pendidikan. Target yang sesuai adalah SMA/SMK/Sederajat.

Pengenalan FOSS sejak sekolah diharapkan mampu melawan pembajakan, sadar hak cipta dan menambah wawasan pelajar. Dan juga melepas ketergantungan sekolah dari software-software berbayar (proprietary software). Menjadi sekolah yang merdeka. Lanjutkan membaca “JGOS Tahap III di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta”

Memasang Nginx di Debian Wheezy

Nginx Logo

onta.uin-suka.ac.id (repo inta UIN Sunan Kalijaga) memasuki masa main tenis.

Job pertama : Upgrade database menggunakan MariaDB,
Job kedua : Migrasi webserver menggunakan nginx.

Langkah memasang :

1. Stop Apache2

root@onta:~# service apache2 stop

2. Hapus apache dan pasang nginx

root@onta:~# apt-get remove apache && apt-get install nginx

3. Jalankan Nginx, kemudian akses localhost (IP server)

root@onta:~#/etc/init.d/nginx start

4. Pasang PHP5 (untuk dukungan nginx dan php)

root@onta:~#apt-get install php5-fpm

5. Konfigurasi Nginx
Konfigurasi yang saya pakai mengesuaikan dari referensi [1] & [2]. Kurang lebih seperti ini : Lanjutkan membaca “Memasang Nginx di Debian Wheezy”

Migrasi Linux Modena

Postingan itu saya benarkan, karena baru-baru ini saya menemukan perusahaan yang mengunakan Linux Ubuntu, tapi tidak disangka-sangka. 🙂

Senin 24/6/13, saya dikontak temen facebok untuk membantu konfigurasi scanner dikantornya. Ternyata ia IT Support, namun sayang posisinya tidak di Jogja, sedang kantor cabangnya di Jogja.

Hasilnya saya dikontak langsung dari kantor pusat untuk menangi permasalahan tersebut. Senin sore pun langsung ke TKP di daerah nogotirto. Yup PT Indomo Mulya Cabang Jogja. Perusahaan penyuplai brand Modena ini ya semacam pemasuk peralatan dapur, seperti freezer dan sebangsanya.

Permasalahan yang dilapangan.

Ketika saya tanya kenapa pake Linux, penghematan biaya dan acaman virus tetap jadi alasan utama.

Ya itu saja. Ada 6 PC di kantor, menggunakan full FOSS dan Linux Ubuntu.
Kamaren sikat cepat bareng mas Dedy Haryadi.

Regard
Tuan Pembual

Kliping Teknologi

Beberapa link yang saya cheklist favorite ketika asik ngicau2.. 😀

Beberapa menarik di baca :), Status saya cuma reblog aja, berbagi pengetahuan.

Why Enterprise Software Sucks: 6 Years Later

Saya dapat dari postingan @labanux

Windows NT Kernel Contributor Explains Why

Performance is Behind Other OS

saya terima dari status @cengkaruk

City of Munich: “Migration to sustainable desktop

completed successfully”

ini status teman saya @stwn

OpenBTS Bagian I

obrolan dari pak @onnowpurbo, menggabungkan teknologi OpenBTS dgn VoIP

Cukuplah,
niat saya ingin berbagi,

Regard
Tuan Pembual

Migrasi Printer Server di RS JIH

Menulis dari mana ya?

Berawal dari surel yg masuk ke akun humas[at]jogjalinux, ada permintaan konsultasi linux dari Kepala IT Support RS Jogja International Hospital rabu kemaren(24/4/13)

Kirain hanya konsultasi biasa, ternyata berlanjut untuk eksekusi langsung. Mereka kesulitan memasang printer di Linux, dan bagaimana menjalankan printer sharing di Linux. Dari hasil pendataan awal sih ada sekitar 66 pc yang akan di sambung dalam jaringan printer sharing. Kemudian ada 11 jenis printer, yang paling bnyak adalah jenis HP laserjet. Kemudian ada beberapa lx-300 dan jreng-jreng, 11 biji Canon LBP2900. duar 😀 :D. Dan mereka butuh cepet segera dimigrasi. Waktunya nyari tim migrasi. G banyak sih 3 orang termasuk saya. Dari pantauan beberapa pengurus sedang diluar kota. Muter di TL yang pertama respon tak tarik. Tim sudah, Saya dibantu Mas Dedy Haryadi dan Suzud Aripin. Kemudian nyiapin driver printer. Untung di hardisk ada peninggalan mirasi JGOS II kemaren. 😀

FYI, Linux yang dipakai adalah Ubuntu Hardy 8.04 LTS, cukup lama sudah 5 tahun lewat. Alasan mereka menggunakan ini karena untuk menyamakan sistem operasi yang dipakai. Kebetulan beberapa spek komputer masih rendah, P4 ram 512mb. Yah maklum…

Jumat pagi mengirimkan surat penawaran, siangnya deal. Sabtu eksekusi tahap pertama. Sikat dab!
Hari pertama berhasil eksekusi 20 PC. 2 buah LBP2900, 1 LX-300, 4 P1002n dan kelar. Khusus LBP2900 ini butuh waktu lama biar jalan. Maklum sudah lama g mainan printer lagi. Panduan pemasangan saya ambil dari panduannya mas arip di dokumentasi Gerakan JGOS. Dan tralala, jalan. Kata kuncinya gunakan cndvr 2.4 (meski rilis resmi canon masih 2.2) Loh.

Skema yang kita gunakan. dari 66 yang akan kita pasang, tidak semua dipasang linux. Sebagian menggunakan xp juga. Jadi yang kita lakukan adalah:
1. Printer ada di pc XP, maka servernya adalah windows xp, clien adalah Linux dan windows. Lakukan sharing ke client windows maupun Linux.

2. Printer ada di pc Linux, maka servernya adalah Ubuntu Hardy, client bisa linux maupun windows. Lakukan sharing printer.

Hasil akhir pembuktian berhasil adalah dokumentasi test print kemudian ditandatangai oleh kedua belah pihak. Kata kunci dalam sharing printer sendiri ada beberapa aplikasi yang dipakai.

  • Samba Server dan Client
  • Cups (printer server) dengan mengakses localhost:631

Eksekusi hari kedua dilakukan jumat kemaren (3/5/13) sekaligus eksekusi terakhir. Tinggal menulis dokumentasi kegiatan dan panduan pemasangan kemudian inpois telpon.
okesip. 😀
Sedikit dokumentasi:

Berfoto Sebelum Migrasi
Berfoto Sebelum Migrasi
Test Print Migrasi
Test Print Migrasi
Hardy + Open Office
Hardy + Open Office

Regard
Tuan Pembual

Peranti Lunak Terbuka Lebih Baik dari Piranti Lunak Tertutup

Membaca ulang tulisan mas radith di testimoni Gerakan JGOS,

Peranti Lunak Tebuka Lebih Baik dari Piranti Lunak Tertutup

Hampir 3 tahun menggunakan ubuntu, saya ingin menyampaikan pelbagai keuntungan yang telah saya peroleh. Tentu keuntungan atau manfaat serupa bisa juga didapatkan pada distro linux lainnya meskipun tidak sama secara spefisik menurut fungsi dan kegunaanya. Berikut beberapa keuntungan atau manfaat yang saya peroleh dari menggunakan ubuntu selama ini.

Lanjutkan membaca “Peranti Lunak Terbuka Lebih Baik dari Piranti Lunak Tertutup”

Migrasi Open Source Software, Pentingkah ?

“cuplikan dari log kembaran
http://tuanpembual.blogspot.com

Kebutuhan software diberbagai kalangan mulai dari kebutuhan personal sampai kebutuhan corporate skala enterprise sangat beragam dan memerlukan biaya yang tidak kecil bila menggunakan proprietary software. Dengan mahalnya harga proprietary software mendorong Indonesia menjadi pembajak software yang cukup diperhitungkan di dunia.

Berdasarkan survey dari BSA (Business Software Alliance) dan Incorporated Data Services (IDC) terhadap 108 negara di dunia sepanjang tahun 2007. Indonesia adalah salah satunya. Dari segi peringkat, Indonesia juga mengalami penurunan yang cukup signifikan, dari posisi 8 pada 2006 ke posisi 12 pada 2007. Persentase pembajakan tersebut, setara dengan kerugian sebesar 411 juta Dollar AS di sektor piranti lunak

Disamping itu pembajakan perangkat lunak juga merugikan para perusahaan sector teknologi informasi local yang sekarang berjumlah kurang lebih 300 perusahaan dengan 10% perusahaan perangkat lunak. Minimnya pengembang local ini juga pengaruh dari adanya pembajakan.

Dari fakta-fakta diatas maka TIMNAS PPHKI (Tim Nasional Penanggulangan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual) akan menggelar kampanye nasional Hak Kekayaan Intelektual (HKI) anti penggunaan piranti lunak illegal, mulai 1 Februari hingga 30 Juni 2009.

Ditambah dengan adanya kewajiban bagi setiap instansi pemerintah untuk menggunakan software legal, sofware ini bisa bersifat berbayar maupun open source. Demi menghemat biaya operasional maka alternatifnya ialah opensource.

readmore