Tagged: Server Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Tuan Pembual 19:48 on 3 June 2016 Permalink | Reply
    Tags: , , , Server   

    Chef; Mengatur Chef-Server 

    Chef Software Inc. company logo*diterjemahkan dari halaman https://learn.chef.io/manage-a-node/ubuntu/set-up-your-chef-server/ dengan penyesuaian seperlunya.

    0. Tentukan Mesin Chef Server.

    Dalam pengenalaman chef sebelumnya, telah digambarkan bahwa dalam praktiknya kita membutuhkan chef server. Untuk mendapatkan chef server ada dua opsi:

    1. Buat mesin yang didedikasikan sebagai chef server, caranya bisa mengikuti panduan ini,
    2. Mengunakan chef server ujicoba gratis bawaan dari chef dengan mendaftar di https://manage.chef.io/signup/

    Untuk pengenalan awal saya menyarankan menggunakan opsi kedua. Yuk daftar-daftar….

    Setelah mendaftar, kita akan menerima email untuk konfirmasi akun. Klik link dalam email tersebut untuk memverifikasi akun dan password. Setelah itu, arahkan ke https://manage.chef.io/ dan masuk. Kemudian ikuti langkah-langkah untuk membuat sebuah organisasi.

    1. Klik Create New Organization. Masukkan nama lengkap dan nama pendek untuk organisasi, semisal nama projek.
    2. Klik Create Organization.

    1. Atur Komunikasi Chef Server dengan Workstation.

    Knife adalah alat baris perintah yang menyediakan antarmuka antara workstation dan server Chef. Knife memungkinkan untuk mengunggah cookbook ke server Chef dan mengelola node server.

    Knife membutuhkan dua file untuk berkomunikasi dengan server Chef, kunci RSA pribadi (RSA private key) dan file konfigurasi. Setiap permintaan ke server Chef dikonfirmasi melalui proses pencocokan kunci RSA. Chef Server menyimpan kunci publik; dan kita menyimpan kunci private.

    File konfigurasi biasanya bernama knife.rb. Ini berisi informasi seperti URL Chef server, lokasi dan nama kunci private, serta lokasi default cookbook. Kedua file ini biasanya terletak di direktori bernama .chef. Setiap kali knife dijalankan, knife akan mengecek folder .chef direktori kerja saat ini. Jika direktori .chef tidak ditemukan, knife akan mencari di lokasi induk atau home direktori. Proses ini mirip dengan bagaimana Git bekerja.

    • Buat direktori ~/chef-repo/.chef sebagai berikut
      $ mkdir ~/chef-repo/.chef
    • Buat konfigurasi knife yang diunduh dari web manage.chef.io
      1. Lakukan Sign In ke https://manage.chef.io/.
      2.Pilih organsasi dari tab Administration.
      3. Pilih Generate Knife Config dari menu sebelah kiri dan simpan file tersebut.
      manage_generate_knife_config-633ea565
      4. Salin file unduhan tadi ke direktory .chef

      $ mv ~/Unduhan/knife.rb ~/chef-repo/.chef/.
    • Generate kunci RSA private dari chef-server
      1. Lakukan Sign In ke https://manage.chef.io/.
      2. Dari tab Administration, pilih Users dari menu sebelah kiri. Pilih username kita, dan pilih Reset key dari menu sebelah kiri, dan pilih Reset key dari jendela ditampilkan.
      manage_reset_key-ee79ad1a
      3. Jendela selanjutnya akan menampilakan kunci private kita. Pada bagian bawah jendela klik tombol Download untuk mengunduh file tersebut.
      manage_download_key-aede5162
      4. Salin kunci RSA private ke folder .chef

      $ mv ~/Unduhan/username.pem ~/chef-repo/.chef/.
    • Lakukan verifikasi kunci
      $ ls ~/learn-chef/.chef

      knife.rb your_name.pem

      $ knife ssl check

      Connecting to host api.chef.io:443
      Successfully verified certificates from `api.chef.io’

    Kelar, selamat mencoba. Selanjutnya adalah mengunggah cookbook dan melakukan bootstrap node.

    Estu~ yg lagi mantengin log kitchen.

    Advertisements
     
  • Tuan Pembual 09:23 on 19 August 2014 Permalink | Reply
    Tags: Mail, Posfix, , , Server   

    Pengaturan Mail Server untuk Redmine 

    redmine_logo

    Kemaren udah kelar pasang Redmine.
    Lanjut seting-seting diantaranya mail server.

    Mail ini berfungsi untuk mengirimkan pemberitahuan tentang progres tiap proyek yang ada di Redmine. Langkah setingannya sebagai berikut:

    1. Install Mail Server. Saya menggunakan posfix saja, biar gampang.

    # apt-get install postfix

    Pilih ‘Internet Site’ dan atur hostname.

    2. Seting di Redmine

    # nano /opt/redmine/current/config/configuration.yml

    Uncomment(#) pada bagian “Sendmail Command” hingga seperti berikut :

    production:
    email_delivery:
    delivery_method: :sendmail

    Kemudian beri comment(#) pada bagian “production” bagian bawah. Pastikan hanya ada satu baris production yang dalam posisi uncomment(#).

    3. Restart Apache

    # service apache2 restart

    4. Lakukan percobaan kirim surel dari Redmine. Seperti pada gambar, kemudian klik pada bagian bawah kanan ada tombol “Sent test mail” untuk mencoba kirim surel.

    mail-redmine

    5. Cek surel anda (alamat sesuai email user), pastikan juga periksa kotak spam karena email posfix ini tanpa sertifikat. Jadi maklum saja. πŸ˜€

    Demikian
    Terimakasih

    Regard
    Tuan Pembual

     
  • Tuan Pembual 10:17 on 14 August 2014 Permalink | Reply
    Tags: , , , Integrasi, Manager, Project, , , Server, Trac,   

    Memasang Redmine+Integrasi Git di Debian Wheezy 

    redmine_logo

    Mulai dari mana ya.. Kenalan.

    Redmine adalah aplikasi manajemen proyek yang dibuat menggunakan framework Ruby on Rails. Redmine mendukung multiple project. Jadi kita bisa menginstal Redmine untuk mengelola semua proyek yang sedang berjalan. Untuk pengelolaan proyek, Redmine memiliki Gantt chart dan Calendar. Untuk mengelola dokumentasi proyek, sudah ada wiki yang bisa dipakai. Tugas dibagikan pada team member dengan menggunakan konsep issue. Bahkan bisa melihat kode program yang sudah dibuat menggunakan version control browser. Kali ini saya ingin mengintegrasikan dengan Git. Selain Redmine bisa menggunakan Trac (yang dipakai sebagai wiki di dev.blankonlinux.or.id). Lanjut pasang-pasang.

    Spesifikasi :

    • OS : Debian 7.4 (Wheezy) | kasus saya debian minimalis via proxmox
    • RAM : 1GB

    Depedensi :

    • Redmine 2.5.x
    • Ruby 2.0
    • Rails 3.2.x
    • Git 1.7.10
    • Mysql-server 5.5
    • Apache2

    Langsung sikat:

    (More …)

     
  • Tuan Pembual 12:42 on 4 May 2013 Permalink | Reply
    Tags: JIH, , , , , Server   

    Migrasi Printer Server di RS JIH 

    Menulis dari mana ya?

    Berawal dari surel yg masuk ke akun humas[at]jogjalinux, ada permintaan konsultasi linux dari Kepala IT Support RS Jogja International Hospital rabu kemaren(24/4/13)

    Kirain hanya konsultasi biasa, ternyata berlanjut untuk eksekusi langsung. Mereka kesulitan memasang printer di Linux, dan bagaimana menjalankan printer sharing di Linux. Dari hasil pendataan awal sih ada sekitar 66 pc yang akan di sambung dalam jaringan printer sharing. Kemudian ada 11 jenis printer, yang paling bnyak adalah jenis HP laserjet. Kemudian ada beberapa lx-300 dan jreng-jreng, 11 biji Canon LBP2900. duar πŸ˜€ :D. Dan mereka butuh cepet segera dimigrasi. Waktunya nyari tim migrasi. G banyak sih 3 orang termasuk saya. Dari pantauan beberapa pengurus sedang diluar kota. Muter di TL yang pertama respon tak tarik. Tim sudah, Saya dibantu Mas Dedy Haryadi dan Suzud Aripin. Kemudian nyiapin driver printer. Untung di hardisk ada peninggalan mirasi JGOS II kemaren. πŸ˜€

    FYI, Linux yang dipakai adalah Ubuntu Hardy 8.04 LTS, cukup lama sudah 5 tahun lewat. Alasan mereka menggunakan ini karena untuk menyamakan sistem operasi yang dipakai. Kebetulan beberapa spek komputer masih rendah, P4 ram 512mb. Yah maklum…

    Jumat pagi mengirimkan surat penawaran, siangnya deal. Sabtu eksekusi tahap pertama. Sikat dab!
    Hari pertama berhasil eksekusi 20 PC. 2 buah LBP2900, 1 LX-300, 4 P1002n dan kelar. Khusus LBP2900 ini butuh waktu lama biar jalan. Maklum sudah lama g mainan printer lagi. Panduan pemasangan saya ambil dari panduannya mas arip di dokumentasi Gerakan JGOS. Dan tralala, jalan. Kata kuncinya gunakan cndvr 2.4 (meski rilis resmi canon masih 2.2) Loh.

    Skema yang kita gunakan. dari 66 yang akan kita pasang, tidak semua dipasang linux. Sebagian menggunakan xp juga. Jadi yang kita lakukan adalah:
    1. Printer ada di pc XP, maka servernya adalah windows xp, clien adalah Linux dan windows. Lakukan sharing ke client windows maupun Linux.

    2. Printer ada di pc Linux, maka servernya adalah Ubuntu Hardy, client bisa linux maupun windows. Lakukan sharing printer.

    Hasil akhir pembuktian berhasil adalah dokumentasi test print kemudian ditandatangai oleh kedua belah pihak. Kata kunci dalam sharing printer sendiri ada beberapa aplikasi yang dipakai.

    • Samba Server dan Client
    • Cups (printer server) dengan mengakses localhost:631

    Eksekusi hari kedua dilakukan jumat kemaren (3/5/13) sekaligus eksekusi terakhir. Tinggal menulis dokumentasi kegiatan dan panduan pemasangan kemudian inpois telpon.
    okesip. πŸ˜€
    Sedikit dokumentasi:

    Berfoto Sebelum Migrasi

    Berfoto Sebelum Migrasi

    Test Print Migrasi

    Test Print Migrasi

    Hardy + Open Office

    Hardy + Open Office

    Regard
    Tuan Pembual

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel