Mi Roaming, Solusi Hemat Paket Data Internasional

Menyambung cerita kemaren, catatan CGK-HKG-TPE. (ps: saya bukan tim marketingnya Mi Roaming, cuma berbagi cerita saja)

Sebelum berangkat, sempat terpikir bagaimana penggunaan data ketika di Taiwan? Temen-temen dari Surabaya memilih membeli kartu Telkomsel edisi khusus Taiwan, IDR 340.000. Diorder dengan mendatangi Grapari Telkomsel atau menghubungi cs@telin.tw. Saya dipamerin penampakannya.

Pak Edwin Zakaria memilih mengaktifkan roaming Indosatnya. Sedangkan saya malah lupa aktifasi roaming kartu IM3 saya, sehingga kartu saya beneran mati ketika keluar dari Indonesia. Tidak mendapat sinyal sama sekali. Dan kalo mau ngaktifin ketika sudah telat gini, malah ribet bener.

Sebenarnya, jauh hari sebelum berangkat, saya berencana menggunakan Mi Roaming saja untuk kebutuhan data internet. Mi Roaming tersedia di ponsel Xiomi dan MIUI.
Saya menggunakan ponsel Mi Max 2 dengan versi MIUI 9.6.3.0.

Apa itu Mi Roaming?

Mi Roaming adalah layanan data dengan menggunakan jaringan lokal melalui virtual sim yang tersedia di lokasi sekitar namun tanpa membeli kartu baru. Sebelumnya, saya pernah membeli kartu roaming lainnya, ChatSIM sekitar IDR 25.000. Namun penggunaannya sangat terbatas hanya untuk chat saja.

Negara mana sajakah yang mendukung Mi Roaming?

Cukup luas hampir 50 negara. Eropa, Asia.

Berapa harga layanan ini?

USD 1 per 24jam.dan memperoleh paket data sebesar 2GB di jaringan 2G/3G.

Cara membeli?

Pilih negara tujuan, kemudian bayar. Pembayarannya sangan mudah. Saya memilih membayar melalui PayPal. Meski mudah untuk menikmati layanan ini, namun layanan ini cuma memperbolehkan pembelian perhari. Jadi karena saya di Taiwan 8 Hari, saya membeli 8x paket USD 1, tidak bisa langsung beli satu paket 8 hari.

Cara mengaktifkan?

Karena membutuhkan akses internet untuk membeli. Saya membeli jauh hari, 2-3 hari sebelum berangkat. Saya mencoba membeli 1 hari dulu untuk negara tujuan Taiwan. Sedangkan ketika di Hongkong, saya tidak mengaktifkan Mi Roaming karena internet bandara HKG sudah cukup memenuhi kebutuhan internet saya. Langkah aktifasi cukup mudah, pilih menu Mi Roaming, aktifkan paket yang sudah dibeli.

Proses ini adalah dengan membuat ponsel Mi saya memiliki kartu tambahan (simcard) virtual, jadi akan ada dua bar sinyal. Kemudian aktifkan mode roaming, dan pilih data dari Mi Roaming. Data sudah bisa digunakan. Butuh waku 2-5 menit hingga data siap digunakan sejak awal Mi Roaming diaktifkan.

Catatan Penggunaan:

• Tidak ada batasan aplikasi ketika menggunakan Mi Roaming; browser, email, chat, sosmed lancar jaya. Meski jalan dijaringan H+, namun koneksi stabil, ini berbeda saat menggunakan layanan seluler di Indonesia. H+/3G itu pait kalo di Indonesia.
• Ada sedikit masalah ketika saya harus meremote mesin di AWS Singapura. Aplikasi JuiceSSH gagal digunakan. Ini saya sikapi dengan menggaktifkan VPN di ponsel (saya menggunakan Tunnel Bear) dan terhubung di Gateway SG. Dari data di Tunnel Bear, posisi dalam peta, layanan Mi Roaming ini ada di Inggris, bukan di Taiwan. Baru kemudian tunnel menuju SG. Ketika melakukan pembayaran PayPal pun, resi menunjukkan Mi Roaming di debt dari UK.

Kesimpulan:

Saya cukup puas menggunakan layanan Mi Roaming ketika di Taiwan silam. Saya menghabiskan total USD 8 selama di Taiwan atau dikisaran IDR 90.000 (USD 1 = IDR 15000). Jelas lebih murah dibanding mengaktifkan roaming dari kartu IM3 saya, IDR 149.000 perhari maupun membeli kartu Telkomsel Telin IDR 340.000.

Namun dilain sisi saya jadi kesulitan mengaktifkan layanan You Bike dengan Easy card. Ini saya selesaikan dengan meminjam nomor lokal dari Pak Darian yang membeli kartu Telin. Trus apa hubungannya nomor lokal Taiwan dengan Easy Card dan You Bike? Entar saya ceritain, tungguin aja.

Salam
Estu yg lagi memeng setup server dari hape.

Advertisements

Catatan Perjalanan CGK-HKG-TPE

2018-08-09 11.41.35

Bukan perjalanan pertama saya melalui rute ini, namun tak salah menuliskan catatan ini.

Pesawat saya berangkat Kamis pagi jam 8.15 dengan Catay Pacific CX-718. Saya sudah melakukan checkin online sebelumnya melalui website dan memilih nomor kursi. Catay Airways hanya mengijinkan melakukan checkin online mulai dari 48 jam sebelum keberangkatan. Kemudian saya memilih Muslim Food dari menu checkin Catay. Pilihan Muslim Food hanya tersedia di Penerbangan HK-TPE, sedangkan dari CGK-HK semua makanan adalah Halal. Untuk penerbangan pulang, pilihan Muslim Food hanya tersedia dalam penerbangan TPE-HK, sedangkan HK-CGK semua makanan dinyatakan halal, sehingga tidak perlu memilih lagi. Selalu bawa botol minum isi ulang.

Continue reading “Catatan Perjalanan CGK-HKG-TPE”

Cara Lain Mengurus Visa Taiwan (2)

openSUSE Asia Summit 2015
(Ki-Ka) Utian Ayuba, Franklin Weng, M. Edwin Zakaria

Dulu pernah nulis “Mengurus Visa Taiwan“. Tulisan itu saya gunakan ketika mengurus Visa Taiwan untuk menghadiri openSUSE Asia Summit 2015.

Tahun ini kembali openSUSE Asia Summit 2018 diadakan di Taiwan. Namun mengurus visa menjadi lebih mudah. Ini karena berdasarkan pengumuman dari https://niaspeedy.immigration.gov.tw/nia_southeast/languageAction!confirm, Pemegang paspor Indonesia yang pernah punya visa US, UK, Schengen, Korea, Jepang, Australia, waiver Jepang bisa masuk Taiwan tanpa visa. Aturan ini berlaku meski visa sudah kadaluarsa namun harus kurang dari 10 tahun dan atau sudah ganti passport. Cara mendapatkan visa Taiwan cukup mengurus Taiwan TAC (Travel Authorization Certificate).

Syarat-syarat mengurus TAC:

  • Paspor dengan masa berlaku lebih dari 6 bulan
  • Pernah memiliki salah satu dari visa Amerika, Kanada, Inggris, Jepang, Australia, Selandia Baru, Korea ,dan negara-negara Schengen. Nomor visa harus dimasukkan dalam form.
  • Perkiraan tanggal keberangkatan dan nomor penerbangan (tidak perlu booking tiket dulu). Nomor penerbangan bisa merujuk dari mesin pencari.
  • Recana hotel tempat menginap. Tidak perlu sama dengan dokumen yang nanti disertakan ketika berangkat.

Untuk visa, saya memiliki dua visa yang bisa dijadikan syarat. Visa Schengen tahun 2015 ketika menghadiri GUADEC 2015 dan Visa Jepang, Okt 2017 lalu ketika menghadiri openSUSE Asia Summit 2017. Namun saya memutuskan menggunakan Visa Jepang karena visa masih tertempel di passport saya yang masih berlaku. Visa schengen tertempel di passport lama saya.

Lanjut mengisi form dari https://niaspeedy.immigration.gov.tw/nia_southeast/. Kemudian memasukkan data diri semacam nama, alamat, data dokumen pendukung (nomor visa dapat ditemui pada halaman visa pojok kanan atas). Setelah data lengkap, begitu submit langsung approved dan muncul TAC yang nanti dicetak dan dibawa bersama passport dan tiket pesawat.

Saya iseng juga menyempatkan menelepon kantor TETO Jakarta dan petugas mengatakan prosedur saya sudah benar.

Tambahan lagi, kita juga bisa sekalian mengisi dokumen kedatangan versi online. Biar g rempong nulis-nulis depan imigrasi. Tautan pengisian bisa dirujuk ditautan: https://acard.immigration.gov.tw/nia_acard

Semoga bermanfaat.

Estu~

Taiwan Hari Keempat

openSUSE Asia Summit 2015

Taiwan hari ke 4, 5/12/2015 | Sabtu (Setelah hampir setahun dalam draf blog)

Hari ini adalah pembukaan acara openSUSE Asia Summit 2015. Sedikit mendung, dengan menaiki metro dan turun di Stasium Technology Building. Kemudian dilanjut jalan kaki. Tak berapa lama, sampailah di tempat acara. National Taipei University of Education. Continue reading “Taiwan Hari Keempat”

Taiwan Hari Ketiga

openSUSE Asia Summit 2015

Jumat, 4/12/2015

Pagi hari, sedikit gerimis, 2 bapak berjalan dengan semangat, yak sekitar 4 km dari hostel menuju kantor SUSE Taiwan. Setelah beberapa kali nyasar. dan sampailah. Continue reading “Taiwan Hari Ketiga”

Taiwan Hari Kedua

openSUSE Asia Summit 2015

Ah baru sempat nulis lagi, Wes hampir next summit. Hahaha
Hari kedua, Kamis pagi, 3 Desember 2015. Abis sarapan yg disediakan dari Hostel (roti selai, bikin sendiri), saya keknya belum kemana-mana, mau menyelesaikan materi presentasi. Kita nyoba colokan hasil beli kemaren.

Rencana bareng pak utian adalah nyari sentra electronik, niatnya nyari Nexus. Rute nya saya lupa, hanya jalan kaki, terus beberapa ruas jalan penuh grafiti. Continue reading “Taiwan Hari Kedua”

Taiwan Hari Pertama

2 Desember 2015

Penerbangan saya ke Taipei dimulai jam 3.30 pagi dengan maskapai Catay Pacific. Penerbangan ini melalui rute CGK-HKG-TPE. Waktu tempuh 6 jam, (Baca Juga: Cara Mengurus Visa Taiwan). Saya ke Taiwan untuk menghadiri acara OpenSUSE Asia Summit 2015. Tiket 4.7juta CGK-TPE pulang-pergi.

Checkin dan boarding tanpa masalah. Cuma colokan di emperan terminal 2F (dan Terminal 1) is suck, ndak bisa buat ngecass. Saya cuma bawa satu ransel tanpa tambahan lainnya. Pukul 5.15 pesawat mulai lepas landas. Penerbangan 4.40 menit menuju Hongkong.

openSUSE Asia Summit 2015
Selamat Pagi

Continue reading “Taiwan Hari Pertama”