Tagged: Uluwatu Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Tuan Pembual 21:28 on 22 May 2018 Permalink | Reply
    Tags: , Uluwatu   

    Setelah Rilis Uluwatu 

    foto: Jan Peter

    Setelah Rilis?

    Uluwatu sudah dirilis 2 Mei silam. Dirilis dengan harapan semoga menjadi yg terbaik, mesti tak anyal, hanya beberapa jam setelah rilis. Pengembang sepakat mengajukan minor rilis untuk beberapa perbaikan. Perjalanan menyenangkan buat saya, selaku Manajer Rilis; nano nano, deg deg an, depresi semua bercampur.

    BlankOn masih menghadapi masalah lama. Pekerjaan rumah merapikan service pengaturan lumbung. Peta ini mengarah kepada perubahan menggunakan reprepro menuju dak. Saya sendiri belum yakin sejauh mana ini akan dioprek. Tapi sepertinya akan menjadi mainan saya 2-4 bulan kedepan.

    Dengan tulisan ini dirilis, saya mengundurkan diri dari Manajer Rilis Uluwatu, dan berpindah tim ke bagian riset Proyek BlankOn.

    Kemana setelah ini?

    Beberapa rencana kedepan yang terbayang, beberapa selipan ide:

    • Menghidupkan kembali tautan rsync untuk lumbung arsip
    • Melakukan rilis minor tiap tgl 2 tiap bulan, jahitan akan menggunakan nomor, kode rilis akan dipilih setelah ada manajer baru.
    • Kembali membuka pembaharuan arsip-dev
    • Merapikan repo update dan repo security
    • Melakukan pemetaan DNS,  kembali terpusat.
    • Melakukan pemetaan web, khususnya yang jalan di waljinah. mematikan semua layanan, dan kemudian menghidupkan satu persatu yang dibutuhkan dan dipakai.
    • Meruwat Manokwari untuk berjalan beriring dengan pembaruan GNOME.

    Mungkin itu saja.

    Selamat Hari Kebangkitan Nasional.

    Advertisements
     
  • Tuan Pembual 11:25 on 3 May 2018 Permalink | Reply
    Tags: , Uluwatu   

    Menjadi BlankOn 

    Hai, saya Estu.

    Kali ini sedang mencoba menjadi manager rilis BlankOn XI dengan nama kode Uluwatu. Rilis kali ini pengerjaan dimulai 8 Feb 2017.

    Apa yang terjadi dalam kurun waktu menuju Uluwatu?

    Setelah rilis BlankOn X Tambora, hampir semua koordinator tim mengundurkan diri, tak luput beberapa pengembang veteran pun ikut gantung papan ketik.

    Saya sendiri mungkin hanya sebagian pengembang lawas yang masih ikut. Mari bikin tim baru. Kenyataan pertama yang dari dulu sudah menjadi momok adalah baru sadar bahwa tidak ada dokumentasi yang memadai pada Infrastruktur dan aplikasi utama. Kedua hal itu biasanya merupakan tugas turunan untuk menjadi pawang mesin dan pawang aplikasi tanpa tau bagaimana kedua hal itu dibangun. Momok itu baru sadar ketika beberapa service tidak berjalan baik.

    Selama perjalanan menjahit Uluwatu, ada beberapa kejadian yang menjadi catatan saya.

    Milestone:

    1. Perawatan Mesin BlankOn
      • Waljinah, penambahan hardisk | Maret 2017
      • Perawatan Rani, penambahan hardiks | Maret 2017
      • Perawatan Alynne, penambahan CPU dan RAM | April 2017
    2. Laporan kerusakan pada lumbung Tambora | April 2017
      • Backup service, Alynne install ulang
    3. Rekontruksi Pabrik CD, Pabrik Paket (IRGSH), dan Pabrik Repo | Maret – Juni 2017
      • Inisiasi ananda | mesin baru di Digital Ocean untuk riset rekontruksi
    4. Alynne gagal hidup dan bekerja akibat MotherBoard yg rusak | Desember 2017
    5. Penyalahgunaan Maskot Boni untuk komersial

    Pada rilis Uluwatu ini, tidak banyak yang berubah dari segi isi dan fitur. Beberapa hanya menaikan versi aplikasi. Namun beberapa kerjaan selesai yang saya anggap sebuah pencapaian dalam rilis kali ini ada banyak, diantaranya:

    1. Dokumentasi bagaimana membangun layanan BlankOn.
      Rilis kali ini saya ikut membidani rekontruksi infra BlankOn akibat beberapa catatan kejadian diatas.

      • Dokumentasi Pabrik Repo menggunakan reprepro
      • Dokumentasi Pabrik CC, service yg menjahit ISO BlankOn
      • Dokumentasi Pabrik Paket (irgsh server dan irgsh worker)
      • Isu-isu yang sering muncul di layanan dan bagaimana menangani
    2. Pemindahan Repository dari dev.boi yg menggunakan bzr ke github dengan scm git.
    3. Pemindahan Wiki oleh tim Dokumentasi dari Trac di dev.bo ke github pages.
      • Tim Dokumentasi kali ini memberikan lompatan yg besar. Karena mayoritas anggota bukan dari latar belakang IT, setelah bergabung. Belajar bagaimana menulis dokumentasi dalam format Markdown dan menggungahnya ke github melalui baris-baris perintah git.
    4. Perilisan Kode Etik berkomunikasi
    5. Pendaftaran Sponsor dan Mitra dirilis
    6. Kegiatan Translasi GCompris edisi Bahasa Indonesia
    7. Kegiatan Pameran di Habibie Festival dan Libroffice Conference Indonesia

    Beberapa catatan lain.

    9 Februari 2018, kami kehilangan kawan, sahabat, jiwa muda di tim pengembang BlankOn.
    Muhammad Rafi, koordinator Humas, berpulang setelah seminggu dirawat pasca kecelakaan.
    Sebuah kehilangan yang sangat besar bagi kami. Semoga dilapangkan jalannya, Amin.

    Diawal bulan Mei ini, setelah melalui perjalanan panjang, pasang surut. Tim Pengembang sepakat.
    “Merilis BlankOn XI Uluwatu”

    Selamat rilis kawan, tetap semangat menuju kemandirian perangkat lunak bersumber terbuka.
    Mohon maaf belum dapat menjadi manager rilis yang baik.

    Tabik
    Estu – tuanpembual

     
  • Tuan Pembual 17:32 on 5 April 2018 Permalink | Reply
    Tags: , Uluwatu   

    Memperbaiki Daemon ScreenSaver di BlankOn Uluwatu 

    IMG_20180405_170943

    Yaps x260 saya isinya Uluwatu dan gado-gado lainnya. Lebih seringnya makai repo SID dari Kartolo. Beberapa hari ini, setelah jalankan upgrade paket dari SID, beberapa fitur ngambek.

    Salah satunya screensaver g jalan. Akibatnya laptop jadi tambah boros. Layar idup selalu meski udah ditinggal lama ( g mau dim).

    Yuk dibenerin. Kata Pak Sofyan cukup ubah file desktop gnome-screensaver:

    $ sudo vim /etc/xdg/autostart/gnome-screensaver.desktop
    

    Cari baris ke 157.
    Ganti OnlyShowIn=GNOME-Flashback menjadi OnlyShowIn=GNOME

    Setelah itu, logout dan login kembali ke Manokwari. Tadaaa… Sukses

    Estu yang lagi nunggu rilis.

     
  • Tuan Pembual 16:47 on 13 November 2017 Permalink | Reply
    Tags: , Dist-Upgrade, , Uluwatu   

    Upgrade BlankOn Tambora Menjadi BlankOn Uluwatu 

    Screenshot from 2017-11-13 16-40-47

    CATATAN: RESIKO DITANGGUNG SENDIRI.
    Penulis tutup mata jika langkah-langkah dibawah ini mengakibatnya keharusan memasang ulang OS di Laptop/PC masing-masing.

    Ini adalah surhatan saya. Langkah berikut adalah pengalaman penulis, tidak ada jaminan akan berlaku sama jika diuji orang lain.

    Berawal dari; oleh karena suatu sebab musabab, repo Tambora tidak lagi sehat dan beberapa kerjaan saya membutuhkan paket-paket lain. Jadi intinya saya g bisa masang-masang tools buat ngetik aneh-aneh.

    Diputuskan: DIST-UPGRADE ke Uluwatu

    Kondisi:
    Laptop Thinkpad X260, terpasang BlankOn Tambora 64bit.

    Karena dipakai kerjaan, jadinya proses ini saya cicil harap-harap cemas.

    Step-step nya adalah:

    1. Ganti repo menuju Uluwatu.
      deb http://arsip-dev.blankonlinux.or.id/blankon uluwatu main restricted extras extras-restricted
      
    2. Update dan install kernel baru. Reboot setelah itu.
      sudo apt install linux-headers-amd64 linux-image-amd64
      
    3. Benerin applikasi yg ngaco gegara upgrade kernel (wifi install ulang driver dan virtualbox upgrade sekalian). Reboot setelah itu.
      sudo apt-get install firmware-iwlwifi --reinstall
      sudo sh VirtualBox-5.1*
      
    4. Upgrade aplikasi yg biasa dipakai. Bisa disorting via sudo apt list --upgradable. Aplikasi yang saya upgrade sebangsa Firefox, terminator, calibre dkk. Beberapa paket compiler juga.
      sudo apt install lsb aptitude inkscape vim zsh s3cmd zsync make sudo rsync build-essential tzdata openssh-client nano tar unzip audacious automake firefox xchat curl gedit dpkg gedit git reprepro terminator time wget tree sed bash whois p7zip openssl samba mount unrar mc net-tools nmap cron debootstrap gparted lsb
      
    5. Hapus paket yang bentrok. VLC saya hapus.
      sudo apt remove vlc
      
    6. Kalau sudah yakin, kita mulai dari upgrade. Dalam proses ini ada beberapa pertanyaan terkait ada config yang berubah seperti lsb-release. (Saya lupa yg lain, ada 2-3 kali).
      sudo apt upgrade
      
    7. Lanjut dengan dist-upgrade. Setelah selesai, silahkan reboot. Jangan lupa berdoa (beneran harap-harap cemas ini)
      sudo apt dist-upgrade
      

    Step-step setelah selesai dist-upgrade dan masalah-masalah yang timbul:

    1. Bersihkan sisa-sisa paket
      sudo apt clean && sudo apt autoremove
      
    2. Benerin driver touchpad.
      sudo apt install xserver-xorg-input-libinput --reinstall &&
      sudo apt remove --purge xserver-xorg-input-synaptic
      
    3. Atur tap dan natural scrolling dari panduan ini.
      sudo modprobe -r psmouse
      sudo modprobe psmouse
      

      Kemudian buka gnome-control-center, atur sesuai kebutuhan (enable tap dan natural scrolling)

    Sudah, itu saja yang saya lakukan.

    Beberapa kutu yang masih ada adalah:

    1. Tampilan grub masih biru bawaan Debian, berbeda dari Tambora yg sudah ada khas logo BlankOn di pojok kanan.
    2. Network applet belum muncul.
    3. Paket VLC rusak.

    Menuju RC3. Yay!!
    Estu, yg mumet mainan Tsung.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel