Mengkompilasi Ulang Kernel di openSUSE Tumbleweed

Catatan ini berisi bagaimana melakukan compilasi ulang kernel yang sudah terpasang, karena ada beberapa perbaikan driver perangkat. Dalam hal ini modifikasi LVDS di Thinkpad X330 saya.

Studi Kasus:

  • Sistem operasi: openSUSE Tumbleweed 20201005
  • Kernel baru dipasang: 5.8.10-1-default
  • Kernel lama dan sedang digunakan: 5.6.11-1-default

Persiapan Perkakas

sudo zypper install kernel-default kernel-source kernel-devel

Perintah diatas dilakukan untuk pemasangan kernel terbaru 5.8.10 bawaan dari lumbung openSUSE Tumbleweed, kemudian juga mengunduh kernel-source (kode sumber) dan kernel-devel untuk versi 5.8.10.

Mengkompilasi Kernel

Sebelum melakukan kompilasi, batalkan pengaturan sleep dan hibernate agar ketika sedang kompilasi dan sudah dalam batas waktu tidak ada aktifitas, laptop tidak tiba-tiba sleep atau hibernate. Hal ini bisa menyebabakan proses berhenti dan nanggung.

Lakukan sebagai user root, kemudian berpindah ke alamat kode sumber kernel terbaru berada.

Lanjutkan membaca “Mengkompilasi Ulang Kernel di openSUSE Tumbleweed”

Run openSUSE Kubic – Like (K8s, Podman and CRI-O) on Alibaba Cloud

openSUSE Kubic is Certified Kubernetes distribution & container-related technologies built by the openSUSE community. There is specific iso for openSUSE Kubic.

But sadly. As I am a cloud provider user. There are not many cloud provider who have feature upload ISO Image if I want to upload openSUSE Kubic ISO. And next problem, there is very limited kind cloud provider who have openSUSE distribution for image flavor when launch Virtual Machine. Cloud like AWS and GCP only provide SLES version.

Fortunately, Alibaba Cloud have openSUSE Leap distribution. Alibaba Cloud have openSUSE Leap 42.3, 15.1 and 15.2 beside SLES version. It is help me lot of.

Prepare Virtual Machine for Master and Node

I created two virtual machine with spec:

  • 2 VM openSUSE Leap 15.2 (hostname: master-01,node-01)
  • 2 Core, 2 GB RAM | ecs.t5-c1m1.large
  • Security Group (open port TCP: 22,80,443,6443,30000)

Upgrade to openSUSE Tumbleweed

After created vm, ssh to each server, run upgrade to tumbleweed:

Lanjutkan membaca “Run openSUSE Kubic – Like (K8s, Podman and CRI-O) on Alibaba Cloud”

Battery Charge Thresholds dan Power Management di openSUSE dengan TLP

Baterai termasuk elemen penting dalam keberlangsungan pekerja remot. Dan sudah selayaknya mendapat perlakuan khusus untuk memperpanjang usia pakai. Salah satunya dengan mengatur Battery Charge Thesholds.

Battery Charge Thesholds adalah mekanisme pemutusan pengecasan sebelum benar-benar penuh dan menyambung kembali ketika sudah mulai kosong. Dengan tidak pernah mengisi daya baterai hingga 100% kan membuat usia pakai baterai lebih lama. Secara teorinya alurnya seperti ini. Putuskan pengisian daya, jika kapasitas baterai sudah 85% dan kembali isi jika baterai sudah 75%. Nilai persen ini bisa kita atur sesuai keinginan.

START_CHARGE_THRESH_BAT0="75"
STOP_CHARGE_THRESH_BAT0="85"

START_CHARGE_THRESH_BAT1="75"
STOP_CHARGE_THRESH_BAT1="85"

Fitur Power Management ini cukup lengkap ketika menggunakan ThinkVantage di Sistem Operasi Windows. Jelas, ThinkVantage merupakah fitur khas di jajaran laptop kelas atas Thinkpad. Termasuk Thinkpad X230 yang saya miliki. Tapi perangkat lunak dari ThinkVantage tidak tersedia di sistem operasi GNU/Linux. Jadi ya kudu pake cara lain.

Salah satu aplikasi yang bisa melakukan tugas pengaturan Battery Charge Thresholds adalah TLP. Perangkat lunak ini sudah tersedia di beberapa lumbung distribusi GNU/Linux. Dulu saya menggunakan ini sejak di Slackware, BlankOn, hingga kini openSUSE.

Instalasi TPL

Merujuk pada situs resmi TLP pada tautan https://linrunner.de/tlp/, langkah instalasinya dan menjalankannya cukup mudah. Berikut stepnya:

Lanjutkan membaca “Battery Charge Thresholds dan Power Management di openSUSE dengan TLP”

DingTalk Destop di Tumbleweed

DingTalk adalah aplikasi pusat tempat bekerja bergerak (An All-in-one Mobile Workplace). Mulai dari Ngobrel, berkirim surel, meeting hinggal presentasi live.

Tool ini merupakan buatan Alibaba. Dan sejak saya ikut menjadi MVP Alibaba Cloud, komunikasi intensif berpindah menggunakan tools ini.

DingTalk memiliki versi untuk mobile Android maupun iOS. Sedangkan untuk versi destop hanya tersedia untuk OSX dan Windows. Untuk GNU/Linux tidak disediakan.

Namun ternyata ada DingTalk Destop versi tidak resmi di lumbung GitHub. Tautan ini saya dapatkan ketika bertanya di channel Alibaba Cloud MVP.

Lumbung tersedia di tautan https://github.com/nashaofu/dingtalk. Lumbung ini ditulis dengan Electron. Mari kita bangun paket untuk Tumbleweed.

  • Install NodeJS
  • Clone repo
  • Ubah suai berkas package.json
  • Build electron
  • Build paket RPM
  • Install paket RPM.
Lanjutkan membaca “DingTalk Destop di Tumbleweed”

Podman dan Buildah di openSUSE Tumbleweed

Ini cuma ulasan pendek di sela-sela kegalauan turing nyepeda.

Masih mengingat beberapa pe-er komunitas, bareng Ish Sookun untuk mengerjakan beberapa tulisan terkait Kubic, dan turunannya. Belum sempat nyolek lagi. Saya mencoba menulis catatan kecil tentang mainan di akhir tahun. Ini sebenarnya merupakan catatan lama, namun tersisih di mesin berbeda.

Balik ke tema, saya sedang coba-coba menggunakan container daemon selain docker.

Podman

What is Podman? Podman is a daemonless container engine for developing, managing, and running OCI Containers on your Linux System. Containers can either be run as root or in rootless mode. Simply put: alias docker=podman.

Containers under the control of Podman can either be run by root or by a non-privileged user. Podman manages the entire container ecosystem which includes pods, containers, container images, and container volumes using the libpod library. Podman specializes in all of the commands and functions that help you to maintain and modify OCI container images, such as pulling and tagging. It allows you to create, run, and maintain those containers created from those images in a production environment.

podman.io

Kira-kira begitu pengertiannya.

Lanjutkan membaca “Podman dan Buildah di openSUSE Tumbleweed”

openSUSE Asia Summit Ke-6

Akhirnya perhelatan ini selesai. Berlokasi di Fakultas Teknik, Universitas Udayana Bali, 4-6 Oktober 2019. Saya berkesempatan berkontribusi sebagai panitia remote. Iya remote. Acara di Pulau Bali, tetapi panitianya di Blok M.

Hari 0, Jumat

Saya mendarat ke Bali, Jumat dini hari dengan Air Asia. Sepertinya merupakan penerbangan terakhir AA dari JKT ke DPS. Keluar gate, kemudian pesan gojek ke Nirmala Hotel. Lanjut bersih-bersih dan tidur. Saya termasuk tim yang telat sampe Bali. Kukuh dan Rifki sudah dari hari Rabu beredar di Denpasar

Jumat pagi, start pukul 7 pagi, saya beredar ke kampus. Briefing volunteer sebentar. Kemudian memastikan acara kuliah umum pagi lancar, meski ada kendala sedikit. Menghitung jumlah konsumsi Sabtu dan Minggu, menu konsumsi Jumat siang dan makan malam, transfer-transfer. Hari Jumat punya beberapa agenda, pagi kuliah umum, siang community meeting dan makan malam bersama di Pantai Jimbaran.

Lanjutkan membaca “openSUSE Asia Summit Ke-6”

openSUSE Asia Summit 2019 Report

The openSUSE community concluded its sixth openSUSE.Asia Summit this weekend at the Fakultas Teknik of the Universitas Udayana in Bali, Indonesia. I join as speaker, and remotely committee.

This summit start form 4-6 October 2019. At first day, Friday. We held community meeting at Go Work Park 23 with attend around 18 delegation from country around Asia. The meeting notes has been sent to mailing list by Douglas.

Day 1 Summit, Saturday

The Summit started off with a ceremonial dance, Tari Sekar Jagad and opening remarks from the university’s staff. After that, keynote speaker, Simon Lee and Dr. Axel Braun from the openSUSE Board provided attendees with a status update about the openSUSE Project and then Keynote from Simplify 8 Inc – Attila Pinter.

Before coffee break, we take group photo with all participant and speakers. After that we continue with parallel class. 6 speakers at 6 rooms. After lunch, I join Sunny’s Workshop “We are openSUSE Asia Community”, talk about all things at Asia, How committee prepare for summit and many things. Day 1 closing by choosing who win door prize from sponsor.

And for day 1 we have dinner with all speakers, committee and volunteer at Mak Jo Resto, Jimbaran.

Day 2 Summit, Sunday

Opening by Kukuh Syafaat. He talk about number of statistic about this year conference. And after that play video Highlight openSUSE Asia Summit 2019 – Day 1. Announce the winner logo competitions. Sunny bring mysterious box to Winner and last, handover openSUSE Asia Album from last year committee, Sakana from Taiwan Team to Kukuh, this year team. After that, Keynote from openSUSE, introduced Gerald Pfeifer as the new chairperson for openSUSE. GNOME‘s Executive Director Neil McGovern gave a keynote after that. Before coffee break, we take photo again.

Handover Album

After lunch, I start my workshop “Reliable Deployments with Kubernetes and Istio” at rooms 203B. You can find my material at http://github.com/tuanpembual/bali. Then take photo.

After 2nd coffee break, I join aula swastika, prepare winner for door prize again. At 4 pm, we start Lightning Talk Session with Gong sound. :D. First speaker is Ariez Vachha, then Herpiko, Ish Sookun and Sobha Tyagi. After LT Session, Kukuh take over podium. We play Highlight openSUSE Asia Summit 2019 – Day 2.

After that we call all volunteer to stand front of podium. Thank you very much to volunteer, for help committee prepare and doing summit. See you next year!!

Prepare Summit

Thank you to sponsors who helped to maked the summit a success. SUSE, Simplify8, Radiant Utama Interinsco TBK, MyCoop, PT Boer Technology, Excellent, Bogorwebhost, Linksys, Fans.co.id, Coly Li.

And thanks to openSUSE who sponsor my travel.

Button-filled-colour

Estu~

Catatan Perjalanan CGK-HKG-TPE

2018-08-09 11.41.35

Bukan perjalanan pertama saya melalui rute ini, namun tak salah menuliskan catatan ini.

Pesawat saya berangkat Kamis pagi jam 8.15 dengan Catay Pacific CX-718. Saya sudah melakukan checkin online sebelumnya melalui website dan memilih nomor kursi. Catay Airways hanya mengijinkan melakukan checkin online mulai dari 48 jam sebelum keberangkatan. Kemudian saya memilih Muslim Food dari menu checkin Catay. Pilihan Muslim Food hanya tersedia di Penerbangan HK-TPE, sedangkan dari CGK-HK semua makanan adalah Halal. Untuk penerbangan pulang, pilihan Muslim Food hanya tersedia dalam penerbangan TPE-HK, sedangkan HK-CGK semua makanan dinyatakan halal, sehingga tidak perlu memilih lagi. Selalu bawa botol minum isi ulang.

Lanjutkan membaca “Catatan Perjalanan CGK-HKG-TPE”

Taipei, openSUSE Asia Summit, Power of Community

 

When you’re planning a trip to Asia, Taipei probably isn’t be the first destination that comes to mind, as it’s often ignored in favor of more popular tourist spots like Tokyo or Hong Kong. But don’t ignore a trip to Taiwan’s big city — it’s an inexpensive, quirky metropolis with some of the best night markets in all of Asia. This is the second time i’ve visited Taipei for openSUSE Asia Summit.

FYI, The last openSUSE.Asia Summit was held in Tokyo, Japan.

Here we go. Me and the famous Mr. gecko!!

Thursday 9 Aug, Day -1 (Travel to Taiwan)

This time, 14 people came from Indonesia to join openSUSE Asia Summit 2018 in Taipei. We divided to 3 groups. One group flight from Juanda Surabaya (Darian, Aftian, Joko, Rania). One group at morning flight from CGK (Haris, Edwin, Estu). Last group with afternoon flight from CGK (Kukuh, Didiet, Rifki, Yan Arief) And 3 others people; Tonny, Iwan Tahari, Siska join a separate flight.

My group is the first team landing in Taiyuan Airport. At international arrival gate, Franklin Weng pick us up to hostel, but we decided to visited Frank office before going to Hostel. We meet Eric Sun and their team. Artistic team who create video for opening ODF Reader on Android. The video created using Blender Software.

22.00 we arrive at hostel. Many thanks to Frank for deliver us. :D. A few hours later, 2 more groups arrived at hostel. We are stay at same hostel. A comfort dormitory with share room. First Hostel, not far from Daan Park. Let call it a day and sleep all the night.

Friday 10 Aug, Day 0 (openSUSE Board and Community Meetup)

Today we plan join meetup at Taiwan SUSE Office after Friday Prayer. We visited Taiwan Grand Mosque, not far from Daan Park and our hostel. Before Friday Prayer, we take breakfast at Sakura Canteen (with Indonesian Food), next to Taiwan Grand Mosque. After praying, we going to SUSE office by walk. We came late to SUSE office, after lost direction. What a day!

Main discussion on SUSE Office

We meet openSUSE boards, SUSE Beijing and SUSE Taiwan, openSUSE Japan, openSUSE Taiwan; Ana Martinez and Simon, Sunny and team, Alcho and team, Takeyama and team, Sakana etc. You can watch meetup video from Sakana here.

Lanjutkan membaca “Taipei, openSUSE Asia Summit, Power of Community”

openSUSE Asia Summit 2018, Jogja dan Binar dalam Dunia Kode Sumber Terbuka

openSUSE Asia Summit 2018 selesai digelar kemarin. Rangkaian acara total digelar sejak 8-13 Agustus di National Taiwan University of Science and Technology, Taipei. Tulisan saya dalam Bahasa Inggris dapat dibaca pada tautan ini.

Sebagai Summit kedua di Taiwan, openSUSE Asia Summit 2018 berlangsung sangat ramai, banyak kawan-kawan lama dari beberapa summit lainnya ikut hadir. Acara Summit kali ini lebih spesial karena merupakan kolaborasi tiga acara COSCUP X GNOME.Asia Summit X openSUSE Asia Summit.

Saya kebagian sesi hari pertama, Sabtu 11 Agustus pukul 14.30. Materi yang saya bawakan berjudul: How Jogja Become City of GNU/Linux User Friendly. Slide presentasi saya dapat diakses di tautan ini.

Dalam sesi ini, saya menceritakan sejarah komunitas GNU/Linux di Jogja ketika awal-awal saya berkenalan dengan GNU/Linux dalam rentang tahun 2009-2015 bahkan era sebelum saya datang ke Jogja.

Era komunitas GNU/Linux di Jogja mulai pudar sejak periode Startup mulai menggeliat di Jogja, sekitaran tahun 2015. Dalam catatan ini saya melihat bahwa teknologi berkode sumber terbuka tidak lagi dalam tatanan bagaimana berkenalan. Namun sudah menuju bagaimana teknologi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Di bagian akhir cerita, saya menceritakan Apa itu Binar Academy dan bagaimana Binar Academy memanfaatkan GNU/Linux dan teknologi bersumber kode terbuka lainnya dalam proses akademi. Beberapa hal malah merupakan keharusan menggunakan teknologi tersebut dalam proses akademi.

Beberapa teknologi yang kita gunakan di Binar Academy:

  • Sistem operasi, Ervien, salah satu mentor dan saya menggunakan opensuse 42.3 dalam keseharian, beberapa mentor lainnya menggunakan Ubuntu 16.04 dan Linux Mint.
  • Bahasa pemograman, Ruby on Rails, Vue JS, Kontlin,
  • Metabase, Mattermost
  • Database, mysql, postgresql
  • Webserver, NGINX
  • AWS Platform, Heroku
  • Gitlab dan Gitlab-CI

Harapannya adalah semakin banyak orang, lembaga, perusahaan yang memanfaatkan GNU/Linux dan teknologi bersumber kode terbuka lainnya.

Terimakasih untuk openSUSE dan Binar Academy yang menjadi sponsor perjalanan saya.

Estu